September 26, 2026

Komitmen Pemkab Taput dalam Digitalisasi Bansos Diapresiasi Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan

IMG-20260710-WA0039

 

Tapanuli Utara – Jumat 10 Juli 2026. Putrabhayangkara.id

Komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam mewujudkan transformasi digital penyaluran bantuan sosial mendapat apresiasi langsung dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan. Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Desa Sitampurung, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Jumat (10/7/2026).

Kunjungan kerja ini menandai langkah strategis Tapanuli Utara sebagai daerah pelopor penerapan sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital yang diproyeksikan menjadi model transformasi penyaluran bantuan sosial secara nasional. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan akurasi data penerima manfaat, mencegah penyimpangan, serta memperkuat transparansi tata kelola bantuan sosial.

Rombongan Ketua DEN disambut langsung oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Satya Dharma Nababan, para pimpinan perangkat daerah terkait, Camat Siborongborong, serta Kepala Desa Sitampurung.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Penasihat Khusus Kantor Perdana Menteri Singapura, H.E. Mr. Teo Chee Hean, dan Direktur Eksekutif Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Tubagus Nugraha, yang meninjau langsung implementasi program Perlinsos Digital di lapangan.

Dalam pemaparannya, Wakil Bupati Tapanuli Utara menjelaskan bahwa digitalisasi bantuan sosial bukan sekadar pembaruan sistem administrasi, melainkan sebuah langkah nyata untuk memastikan penyaluran bantuan pemerintah berlangsung lebih tepat sasaran, adil, dan akuntabel.

Menurutnya, sistem Perlinsos Digital mengintegrasikan berbagai program bantuan pemerintah, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, bantuan pendidikan, hingga subsidi energi seperti BBM dan listrik, dalam satu sistem yang saling terhubung.

«”Jika sistem Perlinsos Digital yang diinisiasi oleh Bapak Luhut Binsar Pandjaitan ini diimplementasikan secara nasional, potensi efisiensi atau penghematan anggaran negara bisa mencapai Rp14 triliun. Kami di Tapanuli Utara sangat bangga dipercaya menjadi bagian dari perubahan besar ini,” ujar Dr. Deni.»

Ia menjelaskan, melalui aplikasi Perlinsos Digital, proses pendaftaran manual yang selama ini berpotensi menimbulkan kesalahan maupun manipulasi data digantikan dengan mekanisme verifikasi digital yang menggunakan sistem penyaringan berlapis (multi-filtering).

Data penerima bantuan diverifikasi melalui integrasi sejumlah basis data nasional, antara lain Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial, data Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan kategori Desil 1 hingga Desil 4, Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memastikan ASN tidak menerima bantuan sosial, BPJS Ketenagakerjaan untuk memantau batas penghasilan penerima, serta data Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Sebagai daerah percontohan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menunjukkan kesiapan penuh dalam mendukung implementasi program tersebut. Hingga saat ini, sebanyak 1.670 agen digital yang terdiri dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) telah direkrut dan mendapatkan pelatihan.

Dari proses verifikasi yang sedang berjalan, sekitar 3.200 Kepala Keluarga (KK) telah berhasil diintegrasikan ke dalam sistem Perlinsos Digital. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menargetkan seluruh proses pemetaan dan validasi data penerima bantuan dapat diselesaikan secara bertahap hingga September 2026.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan juga melakukan demonstrasi langsung proses verifikasi kelayakan penerima bantuan menggunakan aplikasi Perlinsos Digital. Simulasi tersebut berjalan lancar dan memperlihatkan kemampuan sistem dalam mengidentifikasi warga yang benar-benar memenuhi syarat sebagai penerima bantuan.

Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan apresiasi atas kesiapan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam mengimplementasikan program transformasi digital tersebut.

Menurut Luhut, program ini mendapat dukungan penuh dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bagian dari reformasi tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat.

«”Ini adalah langkah maju untuk keadilan dan kelayakan penerima bantuan sosial. Kita ingin memastikan tidak ada lagi hak masyarakat miskin yang salah sasaran,” tegas Luhut.»

Kunjungan kerja diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari tokoh adat setempat kepada Luhut Binsar Pandjaitan dan H.E. Mr. Teo Chee Hean sebagai simbol penghormatan serta ungkapan terima kasih masyarakat Tapanuli Utara atas kepercayaan menjadikan daerah tersebut sebagai pelopor transformasi digital penyaluran bantuan sosial di Indonesia.

Penulis: Frish. H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *