KM Ratu Maria Di Sambangi Warga Taliabu Usai Gelapkan Ratusan Juta Hasil Tani
Taliabu, Putrabhayangkara.id – KM Ratu Maria kembali beroperasi usai menjalani perbaikan (Dok) selama beberapa bulan. Ditengah rute pelayarannya, Kapal Motor dengan rute pelayaran lintas pulau tersebut disambangi oleh sejumlah masyarakat di kecamatan Taliabu Utara saat berlabuh di Pelabuhan Bakiki, Sahu – Tikong.
Bukan untuk menumpang atau hendak bepergian, warga yang ramai – ramai berdatangan menunggu kehadiran kapal itu adalah para petani yang menjadi korban penipuan pihak KM Ratu Maria.
Diketahui, pada pelayaran sebelumnya, Pihak Kapal mengambil muatan dari hasil tani seperti kopra, Cengkeh dan lain – lain. Alih alih menerima uang dari hasil penjualan, yang datang adalah kabar yang tidak mengenakkan dari pihak Kapal. Uang penjualan raib entah kemana.
Informasi yang beredar, uang hasil penjualan kopra, cengkeh, dan lain lain sebagai komoditas andalan yang selama ini menopang hidup masyarakat pulau Taliabu itu di bawa kabur oleh salah satu kru kapal tanpa alasan yang jelas.
Meski begitu, Pihak kapal seperti melepas tanggung jawab. Padahal, sewaktu hasil tani tersebut dimuat, pihak kapal telah melakukan Teli atau mencatat seluruh muatan yang berarti sudah menjadi tanggung jawab pihak Kapal maupun perusahaan pelayaran yang menaungi KM. Ratu Maria.
“Kehadiran kami hari ini untuk meminta penjelasan dari pihak Ratu Maria soal hasil tani kami yang dimuat beberapa bulan lalu, Kami ingin tahu bagaimana pihak kapal atau perusahaan akan bertanggung jawab”, ujar La Rutu, salah satu korban.
Meski sudah bertemu dan menyampaikan keluh kesah mereka kepada kapten Kapal namun bagi mereka (korban) belum ada kesepakan yang memuaskan. Karena solusi awal yang ditawarkan oleh pihak kapal adalah, adanya perlakuan khusus bagi korban yaitu, setiap kali hasil tani mereka dimuat di KM Ratu Maria untuk di jual, akan ada pemotongan Frak.
Dan bagi para korban, tawaran tersebut hanya kembali akan menjadi jebakan jika sewaktu waktu hasil tani mereka akan kembali di bawa kabur. Karena dengan kejadian ini, pihak kapal seperti cuci tangan. Terlebih lagi, warga Taliabu khususnya para korban sudah merasa ragu untuk membawa hasil atau muatan di KM Ratu Maria setelah apa yang terjadi.
“Sata sendiri, tidak akan berani lagi muat barang dan hasil saya di Ratu Maria. Kita betul betul trauma dengan kapal itu. Bagaimana mungkin ada solusi seperti itu. Karena kejadian kemerin saja Pihak Kapal seperti cuci tangan”, ungkap Luki, korban lainnya.
Untuk selanjutnya, ketika tidak ada kejelasan bagaimana pihak kapal akan bertanggung jawab, maka, warga yang menjadi korban akan mengambil langkah hukum untuk menuntut perusahaan KM. RATU MARIA. Sebab bagi mereka, ketika muatan sudah di atas kapal, itu sudah menjadi tanggung jawab pihak kapal atau perusahaan yang menanungi.
“Kami masih menunggu itikad baik dari Perusahaan atau pihak kapal Ratu Maria untuk memberi kejelasan terkait tanggung jawab mereka sebelum kita mengambil langkah hukum,” ungkap salah satu korban. (Den)
