Agustus 15, 2026

Khidmat dan Penuh Makna, Ratusan Jamaah di Tolikara Laksanakan Sholat Idul Adha 1447 H

IMG-20260527-WA0037

Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan, MPB — Bertempat Masjid Baitul Muttaqin menjadi saksi kebersamaan dan kekhusyukan ratusan umat Muslim dalam pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi pada Rabu pagi (27/5/2026).

Sejak fajar menyingsing, suasana religius dan penuh kekeluargaan telah terasa di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.

Sholat Ied yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 08.00 WIT tersebut dipimpin oleh Imam Ustaz Arief Nashrullah, S.T., dengan dihadiri sekitar 500 jamaah dari berbagai kalangan masyarakat. Pelaksanaan ibadah berlangsung aman dan tertib dengan dukungan pengamanan dari personel Polres Tolikara yang dipimpin langsung Wakapolres Tolikara AKP Budiharjo Kadir bersama jajaran pejabat utama dan sekitar 50 personel pengamanan.

Sejak pukul 06.30 WIT, jamaah mulai berdatangan memenuhi area masjid. Gema takbir, tahmid, dan tahlil menggema syahdu, menambah kekhidmatan Hari Raya Kurban yang identik dengan nilai pengorbanan, kepedulian, dan keikhlasan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan susunan acara oleh Fahri, dilanjutkan laporan Ketua Panitia Idul Adha 1447 H, Cakra Wijaya, serta pembacaan tata cara sholat Ied oleh Ustaz Muh. Ali Usman. Tepat pukul 07.16 WIT, Sholat Ied dimulai dengan penuh khusyuk.

Usai pelaksanaan sholat, khotbah Idul Adha disampaikan oleh Khotib Ustaz H. Adnan Yelipele, SHI., MA.Hk., yang mengajak jamaah untuk memaknai Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban, melainkan momentum memperkuat keimanan dan kepedulian sosial.

Dalam khutbahnya, Ustaz Adnan menekankan bahwa Idul Adha adalah refleksi keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tentang ketaatan tanpa syarat kepada Allah SWT.

“Inilah inti Idul Adha: ketaatan tanpa syarat, keikhlasan tanpa ragu, dan pengorbanan yang lahir dari iman yang teguh,” ujar Ustaz Adnan di hadapan jamaah.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah tantangan kehidupan modern saat ini, semangat berkurban harus diwujudkan dalam bentuk kepedulian nyata terhadap sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kurban mengajarkan bahwa nilai manusia bukan dari apa yang disimpan, tetapi dari apa yang diberikan. Idul Adha menjadi pengingat bahwa kebahagiaan harus dirasakan bersama, tanpa memandang status sosial,” tuturnya.

Selain itu, khotib mengajak umat Muslim menjadikan Idul Adha sebagai momentum introspeksi diri dan memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Pegunungan.

Pelaksanaan khotbah berakhir pada pukul 07.47 WIT dan dilanjutkan dengan tradisi saling bersalaman antarjamaah sebagai simbol mempererat silaturahmi dan persaudaraan.

Sementara itu, Dalam keterangannya Wakapolres AKP Budiharjo Kadir Di sampingi Kabag Ops AKP F. Taborat, S.H memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan kondusif. Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat juga mendapat apresiasi dari jamaah karena turut menciptakan rasa nyaman selama ibadah berlangsung. Ujarnya.

Momentum Idul Adha di Tolikara tahun ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga cerminan harmonisasi, toleransi, dan semangat kebersamaan masyarakat di wilayah pegunungan Papua.

Penulis : Ardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *