Kematian Anggota Polri di Dogiyai Diselidiki, Polda Papua Tengah Tegaskan Klarifikasi atas Informasi Keliru
NABIRE — Polda Papua Tengah terus mendalami kasus kematian seorang anggota Polri yang ditemukan tewas di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret 2026. Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri berbagai informasi yang beredar di media sosial yang diduga tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol Dr. Gustav Urbinas, dalam konferensi pers di Mako Polda Papua Tengah, Rabu (15/4/2026), menjelaskan bahwa peristiwa tersebut berawal dari laporan masyarakat kepada petugas patroli. Warga melaporkan adanya seseorang yang tergeletak di depan Gereja Ebenhaezer, tepatnya di dalam saluran drainase.
Saat petugas tiba di lokasi, korban yang diketahui merupakan anggota kepolisian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka berat akibat senjata tajam. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan visum, dan hasil pemeriksaan medis memastikan penyebab kematian akibat luka benda tajam.
Pasca kejadian, situasi keamanan di Dogiyai sempat diwarnai sejumlah insiden lanjutan. Polda Papua Tengah bersama Polres Dogiyai mencatat sedikitnya 10 laporan polisi. Enam laporan di antaranya berkaitan langsung dengan rangkaian peristiwa utama, seperti penyerangan terhadap anggota Polri, pembakaran kendaraan, serta perusakan fasilitas umum.
Sementara itu, empat laporan lainnya berkaitan dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) akibat penyebaran konten yang belum terverifikasi. Tim siber kepolisian juga menemukan adanya unggahan foto yang tidak sesuai dengan waktu dan lokasi kejadian, termasuk dua foto yang dipastikan bukan berasal dari Dogiyai pada tanggal tersebut.
Selain penyelidikan eksternal, Polda Papua Tengah juga melakukan evaluasi internal melalui Bidang Propam Polri terhadap personel yang bertugas saat kejadian. Kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi valid terkait dugaan korban sipil untuk segera melapor, serta menegaskan komitmennya untuk bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Papua Tengah.
MPB ABIRAYANTI
