Kawal Rinjani 100 Ultra 2026, Kapolsek Bayan Pastikan Keamanan Ratusan Pelari Dunia di Jalur Ekstrem
Putrabhayangkara NTB – Semangat sportivitas internasional menyelimuti Desa Senaru, Kecamatan Bayan, saat pelepasan peserta ajang lari lintas alam bergengsi, Rinjani 100 Ultra 2026, Jumat malam. Sebanyak 433 pelari dari mancanegara resmi memulai tantangan menaklukkan jalur ekstrem Gunung Rinjani dengan pengawalan ketat dari personel Polsek Bayan.
Kapolsek Bayan, IPTU I Wayan Cipta Naya, S.H., M.I.Kom, memimpin langsung pengamanan dan monitoring di lokasi start. Beliau menegaskan bahwa prioritas utama Polri dalam ajang ini adalah menjamin keselamatan peserta serta kelancaran arus logistik perlombaan.
Dalam pernyataannya, IPTU I Wayan Cipta Naya menekankan bahwa sinergi lintas sektoral menjadi kunci suksesnya pengamanan event skala dunia ini.
> “Kami dari Polsek Bayan berkomitmen penuh memberikan pengamanan maksimal. Fokus kami bukan hanya pada saat pelepasan (start), tetapi juga memastikan situasi Kamtibmas di sekitar jalur pendakian tetap kondusif agar para atlet dunia ini dapat berkompetisi dengan rasa aman,” ujar IPTU I Wayan Cipta Naya mewakili Kapolres Lombok Utara Sabtu (2/5).
Beliau menambahkan bahwa kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk mengantisipasi segala bentuk gangguan keamanan yang dapat mencoreng citra pariwisata daerah di mata internasional.
> “Berkat kerja sama yang solid antara TNI-Polri, TNGR, panitia, dan masyarakat adat, seluruh rangkaian pembukaan hingga pelepasan tepat pukul 00.01 WITA berjalan dengan sangat tertib dan lancar,” tambahnya.
Ajang tahun ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara, termasuk Australia, Amerika Serikat, Jepang, Prancis, hingga negara-negara di Asia Tenggara. Berikut adalah rincian kategori lomba:
* Kategori 100 KM: 104 peserta.
* Kategori 60 KM: 329 peserta.
Sebelum menguji fisik di jalur ekstrem seperti Pelawangan Senaru dan Summit Rinjani, para pelari disambut dengan tradisi lokal yang kental. Penampilan Gendang Beleq dari Desa Karang Bajo serta Ritual Adat Menyembek oleh tokoh adat Desa Senaru menjadi simbol doa keselamatan bagi para atlet sebelum memasuki kawasan hutan.
Keberhasilan pengamanan ini juga didukung oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, unsur TNI, Dishub, Satpol PP, serta tenaga kesehatan yang bersiaga di titik-titik krusial.
Perlombaan yang melintasi jalur ikonik dari Senaru menuju finis di Sembalun, Lombok Timur ini, diharapkan menjadi ajang promosi wisata yang efektif bagi Kabupaten Lombok Utara di kancah global. (A)
