Agustus 22, 2026

Kapolsek Makimi Sambangi Pendulang KM 39, Ingatkan Bahaya Karhutlah

IMG-20260822-WA0050

NABIRE, Putrabhayangkara.id — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) terus dilakukan Polsek Makimi dengan menyambangi masyarakat di kawasan pendulangan KM 39, Kabupaten Nabire. Kapolsek Makimi IPTU Samuel Picauly turun langsung menemui para pendulang sekaligus memberikan edukasi terkait bahaya kebakaran, Jumat (21/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, IPTU Samuel mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering. Aktivitas pembakaran untuk membersihkan lahan maupun keperluan lainnya dinilai berisiko memicu munculnya titik api.

“Jangan membakar sembarangan, terutama di kawasan yang memiliki banyak material mudah terbakar. Pastikan setiap sumber api benar-benar sudah padam setelah digunakan,” ujar IPTU Samuel.

Menurutnya, kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah merambat apabila tidak segera dikendalikan. Tiupan angin juga dapat mempercepat penyebaran api sehingga kebakaran berpotensi meluas dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun lingkungan.

Karena itu, ia meminta para pendulang dan warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak menganggap remeh penggunaan api di area terbuka.

“Api kecil sekalipun bisa menjadi besar jika terkena angin dan merambat ke area yang mudah terbakar. Kami berharap masyarakat ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” katanya.

Selain memberikan imbauan Karhutlah, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan IPTU Samuel untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat di kawasan pendulangan. Pendekatan secara langsung dinilai penting agar pesan-pesan kamtibmas dapat diterima dan dipahami masyarakat.

Polsek Makimi memastikan upaya pencegahan akan terus dilakukan melalui patroli, sambang warga, serta pemberian edukasi di sejumlah lokasi yang memiliki potensi kerawanan kebakaran.

Kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan selama kondisi cuaca kering. Pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah terbaik untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas.

MPB ABIRAYANTI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *