September 25, 2026

Kapolres Tolikara Pimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 di Tolikara

Tolikara, Papua Pegunungan – Kapolres Tolikara, Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H, memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 yang dilaksanakan di Lapangan Apel Mapolres Tolikara, Jumat (19/12/2025).

Pelaksanaan upacara tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat nasionalisme. Upacara diawali dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Bela Negara yang dibacakan oleh Ipda Noviandri dan ditutup dengan do’a.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H membacakan amanat langsung Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Dalam amanatnya, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya sehingga bangsa Indonesia dapat memperingati Hari Bela Negara ke-77 sebagai momentum penting untuk meneguhkan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Presiden mengingatkan bahwa setiap tanggal 19 Desember, bangsa Indonesia mengenang berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948, saat Agresi Militer Belanda II mengancam keberlangsungan republik. Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa semangat bela negara mampu menjaga Indonesia tetap berdiri hingga kini.

Peringatan Hari Bela Negara tahun ini mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”, yang mengandung makna bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai dengan kesiapsiagaan, disiplin, serta ketangguhan seluruh rakyat dalam menghadapi tantangan zaman.

Dalam amanatnya, Presiden juga menyoroti dinamika global yang penuh ketidakpastian, mulai dari rivalitas geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga ancaman perang siber, radikalisme, dan bencana alam. Oleh karena itu, semangat bela negara harus menjadi kekuatan kolektif seluruh warga Indonesia.

Presiden turut menyampaikan empati kepada masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah dilanda bencana alam. Ketiga wilayah tersebut memiliki peran sejarah yang sangat penting dalam perjuangan dan keberlangsungan Republik Indonesia, sehingga menjadi panggilan bagi seluruh bangsa untuk hadir dan membantu.

Aceh dikenal sebagai “Daerah Modal” pada masa revolusi kemerdekaan, Sumatera Utara sebagai pusat perlawanan heroik rakyat Medan Area, serta Sumatera Barat—khususnya Bukittinggi—sebagai tempat lahirnya PDRI yang menyelamatkan republik pada masa kritis. Presiden menegaskan bahwa tanpa ketiga wilayah tersebut, sejarah bela negara Indonesia tidak akan lengkap.

Menutup amanatnya, Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mewujudkan cinta tanah air melalui tindakan nyata, seperti membantu sesama yang tertimpa bencana, menjaga ruang digital dari hoaks, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta berkontribusi dalam pembangunan sesuai peran masing-masing.

Upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77 di Tolikara berlangsung tertib dan lancar, menjadi momentum untuk memperkokoh semangat nasionalisme dan bela negara dalam menjaga persatuan serta keutuhan bangsa.

Ardi HUMAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *