September 26, 2026

Kapolres Tolikara Hadiri Upacara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kab. Tolikara

Karubaga, MPB — Bertempat di lapangan merah putih kota karubaga, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw.,S.H.,M.H hadir dalam peringatan hari lingkungan hidup sedunia tahun 2025 tingkat kabupaten yang dipimpin langsung oleh Bupati Tolikara Willem Wandik.,S.Sos. Kamis, (05/06/2025).

Pelaksanaan upacara peringatan hari lingkungan hidup sedunia tahun 2025 tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Tolikara Yotam Wonda.,S.H.,M.Si, Para OPD, TNI/Polri, ASN, Guru dan Pelajar SMP/SMA karubaga.

Bupati Tolikara Willem Wandik.,S.Sos dalam sambutannya menyampaikan puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena kasih dan rahmatnya sehingga kita dapat berkumpul pada hari ini dalam keadaan sehat sejahtera dalam rangka memperingati “hari lingkungan hidup sedunia” tanggal 5 juni 2025 tingkat kabupaten tolikara, peringatan hari lingkungan hidup sedunia, pertama kali di selenggarakan di stocklohm, swedia pada tanggal 5 juni 1972.

“Oleh karena itu, Dalam Filsafat hidup Orang Asli Papua (OAP) – Alam itu sejatinya adalah Mama, karena hanya Mama yang memberikan kehidupan dan cinta yang tulus kepada anak-anaknya, mengurus sejak dari kandungan sampai kita lahir kedunia, hingga kita menjadi orang dewasa. alam, tanah, pohon-pohon, memberikan manusia sumber penghidupan, memberikan kita makanan, apa yang kita tanam itu pula yang kita makan.”

“Alam tidak pernah pelit memberikan manusia Rejeki yang melimpah. sekalipun terkadang ada anak manusia yang durhaka dan berdosa, Merusak Alam dan Lingkungan yang memberinya Makan dan kehidupan.”

“Berkat alam, manusia tidak perlu takut akan kekurangan makanan, berkat alam, kebutuhan Miliaran manusia di dunia ini, masih cukup dan masih dapat terpenuhi. Sifat alam juga sebagai pelindung Manusia, serupa dengan sifat Mama yang selalu menjaga anak anaknya untuk tetap sehat, dan tumbuh menjadi anak yang baik.”

“Ketika alam terawat dengan baik, gunung – hutan – sungai, dapat dijaga, maka, penerima manfaat terbesarnya adalah umat manusia yang akan menerima manfaat perlindungan dari masa kekeringan, perlindungan dari kelaparan, dan memberikan perlindungan dari penyakit dan bencana.”

“Oleh karena itu, dalam perayaan hari lingkungan hidup di kabupaten tolkara, sebagai bupati, kami mengajak kita semua, untuk menerapkan “rasa takut, rasa khawatir, menerapkan pantangan dan larangan, ketika diri kita sendiri memiliki keinginan atau perbuatan yang hendak merusak alam lingkungan dimana kita tinggal.”

“Kabupaten Tolikara dimasa kepemimpinan kami berdua, saya dan Wakil Bupati, harus menempatkan Instrumen lingkungan hidup dan kebudayaan lokal, sebagai satu kesatuan konsep pembangunan di Tolikara Tidak boleh ada yang beranggapan bahwa para pejabat dan kepala dinas di Tolikara, boleh membangun, boleh melakukan apa saja dengan menggunakan anggaran APBD daerah atau juga meggunakan dana APBN Nasional, untuk tidak perduli terhadap masalah lingkungan dan kebudayaan di Tolikara.”

“Lingkungan dan Kebudayaan, merupakan satu kesatuan “Senyawa” antara Manusia dan Alamnya itu sendiri, Kita tentunya harus bangga, dengan warisan filosofis hidup orang di lembah toli, dimana sejak ratusan tahun yang lalu, sebelum orang-orang modern, mulai menyadari pentingnya hubungan alam dan Manusia, kita di tanah toli ini, telah lama memiliki “Believe System/sistem keyakinan warisan leluhur”, yang menempatkan hubungan alam dan manusia kedalam sistem nilai hidup yang mengakar sangat kuat dalam kehidupan sehari-hari.”

“Ajakan kami selaku Bupati Tolikara, dalam momentum Perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, Mari Kita Tingkatkan Penghijauan dan Kebersihan di semua lingkungan, dimana kita tinggal, lingkungan dimana kita bekerja, lingkungan dimana kita Mendidik anak-anak kita, Lingkungan dimana kita Menyembah Tuhan Allah Bapa di Gereja Gereja.”

“Melalui Momentum ini, saya mengajak kita semua untuk bersikap Sopan dan hormat dengan Alam, tidak merusak alam, tidak menghancurkan alam, agar Alam dan berkat tuhan selalu hadir dalam kehidupan kita semua, baik sebagai Pemimpin Daerah, maupun Pemimpin di lingkungan rumah tangga kita sendiri.” Tutup Bupati Tolikara Willem Wandik.,S.Sos.

Usai melaksanakan kegiatan upacara Bupati Tolikara Willem Wandik.,S.Sos melanjutkan pembagian bibit pohon kepada 6 kelompok gabungan pemerintah daerah (OPD), TNI/Polri, ASN, Guru dan Pelajar di 8 Lokasi yang berbeda diantaranya Igari, wenam, lianogoma, konda, biuk, kota baru, bandia dan kolengger dengan jumlah bibit sebanyak 2.500 pohon.”

“Kelompok VI yang terdiri dari gabungan Polres Tolikara, Dinas Pariwisata Kab. Tolikara, Pelajar SMP/SMA kemudian menuju lokasi penanaman pohon yang terletak di desa bandia dan kolengger distrik Karubaga.”

Ardi HUMAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *