September 8, 2026

Kapolres Nabire Minta Relokasi Pedagang Dibahas Terbuka, Hindari Miskomunikasi

IMG-20260907-WA0008

NABIRE, Putrabhayangkara.id — Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR., meminta rencana relokasi pedagang dari kawasan Pantai Nabire ke areal Taman Gizi dibahas secara terbuka bersama masyarakat dan instansi terkait.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat penting dilakukan agar rencana tersebut dapat dipahami bersama serta tidak menimbulkan miskomunikasi maupun kesalahpahaman di lapangan.

Hal itu disampaikan AKBP Samuel saat mendampingi Wakil Bupati Nabire bersama jajaran pemerintah daerah bertemu dan berdialog dengan masyarakat di kawasan pesisir belakang Taman Gizi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Senin (7/9/2026).

Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyampaikan rencana relokasi sekaligus mendengarkan langsung aspirasi masyarakat yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Dalam dialog, masyarakat meminta agar rencana relokasi tidak dilakukan secara sepihak. Mereka berharap pemerintah bersama instansi terkait memberikan penjelasan secara terbuka sebelum proses pemindahan dilaksanakan.

“Setidaknya harus ada pertemuan dan penjelasan baik dari instansi terkait mengenai relokasi yang akan dilaksanakan sehingga tidak timbul miskomunikasi atau kesalahpahaman,” ujar AKBP Samuel.

Kapolres mengatakan, aspirasi masyarakat telah diterima dengan baik oleh Wakil Bupati Nabire. Pemerintah daerah juga membuka ruang untuk dilakukan pertemuan lanjutan dengan melibatkan pihak-pihak terkait.

Salah satu hal yang dinilai perlu diperjelas dalam pembahasan selanjutnya adalah status dan batas kepemilikan lahan di sekitar kawasan Taman Gizi.

Karena itu, pihak terkait diharapkan dapat menunjukkan dokumen pendukung, seperti sertifikat atau bukti kepemilikan dan penguasaan lahan, apabila terdapat batas tanah yang bersinggungan dengan kawasan yang direncanakan menjadi lokasi relokasi.

AKBP Samuel menegaskan bahwa komunikasi dan dialog menjadi langkah penting dalam menyelesaikan persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

Ia berharap setiap perbedaan pandangan dapat dibahas melalui jalur komunikasi sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di wilayah Nabire.

Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga yang bermukim di kawasan pesisir belakang Taman Gizi, untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama proses pembahasan rencana relokasi berlangsung.

“Mari kita sama-sama bergandengan tangan menjaga keamanan dan ketertiban bersama demi kedamaian di wilayah Kabupaten Nabire,” ujarnya.

MPB ABIRAYANTI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *