Kantor Desa Sokobanah Laok Diduga Tak Aktif, Fasilitas Desa Terbengkalai Pasca Penunjukan PJ
Sampang 10-Maret-2026 — www.putrabhayangkara.id Kondisi Kantor Balai Desa Sokobanah Laok, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, menjadi sorotan setelah diduga tidak berfungsi sebagaimana mestinya sejak dipimpin oleh Penjabat (PJ) Kepala Desa.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, kantor desa yang seharusnya menjadi pusat pelayanan administrasi masyarakat terlihat sepi aktivitas. Tidak tampak adanya kegiatan pelayanan maupun perangkat desa yang berkantor.
Selain itu, area halaman kantor desa tampak dipenuhi rumput liar yang tumbuh di sekitar bangunan, menunjukkan minimnya perawatan terhadap fasilitas pemerintahan desa.
Tidak hanya kantor desa, sejumlah fasilitas desa yang berada di sekitar lokasi juga terlihat kurang terurus. Taman desa yang sebelumnya dibangun sebagai ruang publik bagi masyarakat kini dipenuhi semak dan tanaman liar. Begitu juga dengan lapangan olahraga yang tampak jarang digunakan dan mulai ditumbuhi rumput.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait jalannya pemerintahan desa dan pelayanan publik setelah pergantian kepemimpinan desa yang saat ini dijabat oleh PJ Kepala Desa.
Padahal sesuai aturan pemerintahan desa, kantor desa merupakan tempat utama pelayanan masyarakat yang seharusnya aktif setiap hari kerja.
Beberapa warga mengaku kesulitan mengetahui aktivitas pelayanan desa karena kantor terlihat sering kosong.
“Biasanya masyarakat mengurus surat atau administrasi di kantor desa. Tapi kalau kantor terlihat sepi dan tidak ada aktivitas, tentu masyarakat bingung harus mengurus ke mana,” ujar salah satu warga.
Selain menyangkut pelayanan publik, kondisi fasilitas desa yang terbengkalai juga memunculkan pertanyaan mengenai pengelolaan dan pemeliharaan aset desa yang bersumber dari anggaran negara.
Hal ini dinilai perlu menjadi perhatian pihak terkait, mengingat aset desa yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah seharusnya dirawat dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat berharap pihak Kecamatan Sokobanah maupun Inspektorat Kabupaten Sampang dapat melakukan pengecekan langsung terhadap aktivitas pemerintahan desa serta kondisi fasilitas yang ada.
Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan sebagaimana mestinya serta menghindari potensi penyalahgunaan atau kelalaian dalam pengelolaan fasilitas desa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PJ Kepala Desa Sokobanah Laok maupun pihak Kecamatan Sokobanah masih belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi kantor desa yang terlihat sepi aktivitas dan kurang terawat.
Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.
Mahrus ali
