Kalapas Siborongborong Tinjau Kandang Ayam Petelur Lasibor Farm
Siborongborong — Putrabhayangkara.id Senin 12 Oktober 2026.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Siborongborong, Edison R. Tambunan, meninjau pengerjaan dan penataan kandang ayam petelur Lasibor Farm pada Senin (12/10/2026). Peninjauan berlangsung di area branggang Lapas Kelas IIB Siborongborong, dengan didampingi jajaran pejabat struktural.
Kegiatan tersebut bertujuan memastikan pembangunan fasilitas peternakan berjalan sesuai perencanaan. Peninjauan juga menjadi bagian dari pengawasan terhadap kesiapan sarana pendukung sebelum unit usaha peternakan ayam petelur itu beroperasi secara optimal.
Dalam kunjungan tersebut, Edison R. Tambunan bersama jajaran memeriksa sejumlah bagian kandang. Pemeriksaan meliputi konstruksi tempat pemeliharaan ayam atau battery cage, pencahayaan, kondisi atap, serta sistem sirkulasi udara.
Aspek tersebut menjadi perhatian karena kondisi kandang yang layak dapat mendukung pemeliharaan ayam petelur. Penataan fasilitas yang baik juga diperlukan untuk menunjang kesehatan ternak dan kelancaran produksi telur.
Selain memeriksa konstruksi, Kalapas dan jajaran membahas tahapan pengelolaan peternakan. Pembahasan mencakup pengolahan pakan, jadwal perawatan kandang, serta pembagian tugas bagi warga binaan yang nantinya terlibat dalam kegiatan tersebut.
Pengaturan kerja itu diperlukan agar pengelolaan Lasibor Farm berjalan secara terstruktur. Dengan demikian, kegiatan peternakan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mendukung pelaksanaan program pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan.
Lasibor Farm Jadi Sarana Pembinaan Keterampilan
Program Lasibor Farm dirancang sebagai salah satu upaya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan internal sekaligus menyediakan sarana pembelajaran praktis bagi warga binaan.
Melalui kegiatan budidaya ayam petelur, warga binaan diharapkan memperoleh pengalaman mengenai tata cara pemeliharaan ternak, pengelolaan pakan, perawatan kandang, hingga pengelolaan usaha peternakan.
Keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat. Pengalaman praktik di bidang peternakan juga dapat membuka peluang bagi mereka untuk mengembangkan usaha mandiri sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.
Pelaksanaan program ini membutuhkan dukungan sarana yang memadai, pengawasan berkelanjutan, serta pembagian tugas yang jelas. Karena itu, peninjauan langsung oleh pimpinan menjadi salah satu langkah untuk memastikan kesiapan fasilitas sebelum kegiatan operasional berjalan.
Selama peninjauan, proses pengerjaan dan penataan kandang berlangsung tertib. Kalapas bersama jajaran juga memberikan perhatian terhadap kesiapan infrastruktur pendukung peternakan tersebut.
Melalui pengembangan Lasibor Farm, Lapas Kelas IIB Siborongborong berupaya memperkuat program pembinaan yang produktif dan berorientasi pada peningkatan keterampilan warga binaan.
Ke depan, pengelolaan peternakan ayam petelur ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan, memberikan manfaat bagi kebutuhan pangan internal, serta mendukung tujuan pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan.
Frish. H. Silaban
