September 26, 2026

Kalapas Kelas IIB Lubuk Basung Budi Suharto Dari Tanah Papua Nuju Ranah Sumatera Barat

Kab.Agam, putrabhayangkara.id.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Basung,Kabupaten Agam,Propinsi Sumatera Barat, dalam karir perjalan hidupnya sudah malang melintang. Pahit dan manisnya juga sudah di cicipi mulai dari awal karir sebagai staf biasa, seksi, kabid, kaba pas hingga kini menjabat Kalapas Kelas IIB Lubuk Basung, yang dimulai sejak Maret 2025.

Budi Suharto Kalapas Kelas IIB Lubuk Basung, mengaku saat kecil tidak punya niat untuk mengurusi dan membina warga binaan di pemasyarakatan. Ia tergoda, karena dari orangtuanya untuk masuk Akademi Ilmu Pemasyarakatan.( AKIP), katanya pada media saat wawancara dirumah dinas Kalapas, Padang Lansano,Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Senin 15/12/2025.

Kalapas Budi Suharto awal karirnya, dimulai dari Papua
Di tahun 1995 hanya staf biasa kemudian tahun berganti dan menjabat kepala seksi di lapas Manokwari, Propinsi Papua kemudian pindah ke Nusa Tenggara Barat,juga kepala seksi kegiatan kerja. Tidak hanya sampai disitu, kemudian, ia mendapat tugas sebagai kepala UPT Bapas Bukittinggi dan kembali ditugaskan ke Kalimantan Selatan, sebagai Karutan Pelaihari, Kabid Diajak Kota Tanggerang dan Kalapas Biak Papua.

Sebagai anak bangsa, Budi Suharto, mengaku terkesan dan merasa bangga ditempatkan di ranah minang, tepatnya Kabupaten Agam,Lapas Lubuk Basung. Sebagai Kalapas tentu ia ingin mengabdikan diri dan memperbaiki warga binaan, selain juga membuat lingkungan disekitar Lapas ada keindahan, kesuburan, kenyamanan dan azas manfaat, seperti, menanam sayuran, tanaman jagung, terong, bayam hingga ternak bebek, ayam juga ketrampilan membuat sopa, bengkel las dan lainnya.

Semua kegiatan yang kami lakukan dilingkungan Lapas ini, kata Kalapas Budi Suharto demi untuk warga binaan. Selain mereka mendapatkan ilmu juga tentu setelah bebas bisa dipraktekkan yang pada akhirnya dapat hidup mandiri.

Dengan luas lahan 2 hektar dilingkungan Lapas ini, apapun bisa kita perbuat, namun kekurangan sarana dan prasarana inilah yang menjadi agak terhambat kegiatan untuk kedepannya.

Dan kami berharap, ujar Kalapas Budi Suharto, pihak kakanwil Dirjen Pas Sumatera Barat, dan Bapak Kementrian Imigrasi Pemasyarakatan dapat membantu mendanai kegiatan Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, berupa pelatihan dan paket- paket dari Pemerintah daerah.

Diakhir wawancara, Kalapas Budi Suharto,mengungkapkan, Lapas tidak hanya berperan sebagai tempat penahanan, tetapi juga sebagai tempat pembinaan dan pemberdayaan agar warga binaan dapat kembali menjadi bagian masyarakat yang produktif dan berguna. ( Leo ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *