Java-Papua Cultural United Festival 2026 Pererat Persatuan Budaya di Nabire
NABIRE, Putrabhayangkara.id — Persatuan masyarakat melalui keberagaman budaya Jawa dan Papua terus diperkuat di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Hal itu tercermin dalam pelaksanaan Java-Papua Cultural United Festival 2026 yang digelar di Lapangan Sapta Marga Kodim 1705/NBR, Nabire, Sabtu (12/9/2026).
Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan apresiasi atas terselenggaranya festival tersebut. Selain menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antar-etnis, kegiatan ini dinilai dapat mendorong pelestarian budaya sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan UMKM di daerah.
Sambutan Gubernur Papua Tengah dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Marten Ukago, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Papua Tengah merupakan rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya.
Keberagaman tersebut, kata dia, harus dipandang sebagai kekuatan untuk membangun persatuan dan menciptakan kehidupan masyarakat yang aman serta harmonis.
«“Pembangunan di Papua Tengah tidak mungkin berhasil apabila masyarakatnya terpecah. Kita membutuhkan suasana yang aman, damai, saling menghormati, dan saling mendukung,” ujar Marten Ukago saat membacakan sambutan Gubernur.»
Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga mengajak masyarakat untuk menghormati adat istiadat setempat dan menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat adat Papua.
Masyarakat turut diimbau berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana yang kondusif di tengah keberagaman.
Dorong Ekonomi Kreatif
Java-Papua Cultural United Festival 2026 tidak hanya menjadi panggung kebudayaan, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produk dan karya mereka kepada masyarakat.
Keterlibatan pelaku UMKM, perajin, pelaku kuliner, serta seniman muda diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus menjadi sarana pengembangan kreativitas generasi muda di Nabire.
Gubernur Papua Tengah juga mengingatkan generasi muda agar mengenali dan melestarikan budaya sendiri, sekaligus menghargai keberagaman budaya yang hidup di Papua Tengah.
Generasi muda juga diminta tidak mudah terpengaruh isu provokatif yang berpotensi memecah persatuan dan kerukunan masyarakat.
Melalui kegiatan budaya seperti Java-Papua Cultural United Festival 2026, keberagaman diharapkan terus menjadi kekuatan dalam membangun Papua Tengah yang aman, damai, harmonis, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.
