September 27, 2026

Humbahas Jadi Lokasi Kajian Nasional, Pemkab Ikuti FGD Ekonomi Pangan Baru bersama Kemenko Pangan dan WRI Indonesia

IMG-20260611-WA0023

DOLOKSANGGUL, Kamis 11 Juni 2026.

PUTRABHAYANGKARA.ID

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) terus memperkuat perannya sebagai daerah pertanian strategis dengan mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kerangka Ekonomi Pangan Baru yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia bekerja sama dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Akasia Doloksanggul, Kamis (11/6/2026).

Forum ini merupakan bagian dari Program Ekonomi Pangan Baru yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama WRI Indonesia sebagai upaya mendorong transformasi sektor pangan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, serta lingkungan bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai pemangku kepentingan membahas potensi dan arah pengembangan ekonomi pangan baru yang dapat diterapkan di Kabupaten Humbang Hasundutan. Diskusi difokuskan pada upaya memahami peluang transformasi ekonomi berbasis pangan yang regeneratif dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Program Ekonomi Pangan Baru tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kemiskinan, memperluas kesempatan ekonomi, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui FGD tersebut, Kemenko Pangan bersama WRI Indonesia menggali berbagai data, informasi, dan masukan dari pemerintah daerah mengenai kondisi sektor pangan di daerah, tantangan yang dihadapi, hingga peluang yang dapat dikembangkan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi salah satu dari 17 kabupaten/kota di Indonesia yang dipilih sebagai lokasi penelitian dan kunjungan lapangan dalam Program Ekonomi Pangan Baru. Penetapan ini menjadi pengakuan atas besarnya potensi yang dimiliki Humbahas dalam sektor pertanian dan pangan berbasis keberlanjutan.

Pemilihan tersebut juga sejalan dengan posisi Kabupaten Humbang Hasundutan sebagai salah satu daerah sentra pertanian di Sumatera Utara yang selama ini dikenal sebagai penghasil berbagai komoditas hortikultura, seperti kentang, bawang merah, cabai, tomat, dan berbagai jenis sayuran lainnya.

Dalam forum tersebut, para peserta turut membahas pentingnya pembangunan sistem pangan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek pemerataan kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan sumber daya alam.

Konsep ekonomi pangan baru yang dikembangkan pemerintah pusat bersama WRI Indonesia diharapkan mampu menjadi solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi sektor pangan, mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan, peningkatan pendapatan petani, hingga pengurangan angka kemiskinan.

Hasil dari FGD ini nantinya diharapkan menjadi dasar penyusunan kerangka pengembangan ekonomi pangan baru yang dapat diterapkan secara lebih luas, tidak hanya di Kabupaten Humbang Hasundutan tetapi juga di berbagai daerah lainnya di Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap berbagai rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi masukan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Kegiatan FGD dipimpin oleh perwakilan WRI Indonesia, Mercyta Glorya, MSc. Turut hadir Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Humbang Hasundutan Tukka Siahaan, Kepala Bappelitbangda Pahala Lumban Gaol, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Marudut Situmorang, serta perwakilan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), dan Dinas Lingkungan Hidup.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, lembaga penelitian, dan pemerintah daerah, diharapkan sektor pangan Indonesia semakin tangguh, berdaya saing, serta mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Diterbitkan Media Putra Bhayangkara ID
( Frish. H. Silaban )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *