September 26, 2026

Harusnya Tabayun Atas Izin Abnaulkhairaat, Bukan Langkah Sepihak

Sulteng – Media Putra Bhayangkara (MPB)
Prinsip tabayun seharusnya dilakukan melalui komunikasi dan koordinasi dengan seluruh Abnaulkhairaat, bukan atas inisiatif pribadi. Hal ini penting mengingat Alkhairaat adalah organisasi besar dengan struktur dan marwah yang harus dijaga bersama.

Syahril Pakamundi, seorang aktivis Sulawesi Tengah sekaligus Abnaulkhairaat sejati, menanggapi ajakan tabayun dari Fuad Riyadi Fleret yang direspons oleh seorang oknum—yang juga merupakan cicit dari Guru Tua. Diketahui, oknum tersebut menyatakan kesiapannya menerima ajakan Fuad Riyadi Fleret, sosok yang sebelumnya diduga menghina pribadi Guru Tua, pendiri Alkhairaat.

“Itu tindakan yang sangat kami sesalkan,” tegas Syahril dengan nada tinggi saat dihubungi MPB melalui WhatsApp pribadinya dari Desa Pewunu, Kabupaten Sigi, Selasa (6/5/2025).

Menurut Syahril, seluruh Abnaulkhairaat di wilayah timur Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah, berharap agar pihak berwenang segera menangkap dan memproses hukum Fuad Riyadi Fleret sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Jangan bertindak secara personal, karena ini menyangkut harga diri kolektif seluruh Abnaulkhairaat. Tabayun itu penting, namun harus melalui izin resmi dari Pengurus Besar Alkhairaat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendiri dan pengikutnya,” lanjutnya.

Syahril juga mengingatkan bahwa jika tabayun tetap ingin dilakukan, sebaiknya jangan membawa-bawa nama Yayasan secara institusional. “Ingat, ini bukan persoalan sepele. Kasus ini sangat sensitif dan bisa menimbulkan keresahan yang lebih luas jika tidak disikapi secara bijak,” pungkasnya.

(MPB – Wahyu)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *