H.Solihin Seorang Petani Warga Desa Bunder Jatiluhur Sukses Budidaya Tanaman Pare
PURWAKARTA , putrabhayangkara.co.id –
Paria atau pare adalah sayuran merambat yang populer di Asia karena rasa pahit khasnya, berkhasiat sebagai herbal, dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Tanaman ini dibudidayakan untuk konsumsi (tumis, sup, jus) dan dikenal kaya manfaat, seperti meningkatkan ASI, menurunkan gula darah, dan menambah nafsu makan.
Petani pare H.Solihin yang ada di Kp.Selaeurih Rt 12/04 Desa Bunder Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta , aktif melakukan panen dan budidaya, salah satunya menggunakan varietas unggul seperti Tanjung. Ia juga memanfaatkan teknik kreatif, seperti penggunaan aliran sungai untuk mendukung hasil pertanian yang lebih maksimal.
Salah satu aktivitas panen tercatat dilakukan oleh H.solehudin sering menggunakan varietas pare seperti Tanjung Sebelas yang dikenal produktif.
Ia adalah seorang petani lokal yang menerapkan metode budidaya yang intensif, bahkan memanfaatkan sumber daya air sungai untuk pengairan.
Secara umum,
Menanam paria (pare) hingga panen melibatkan persiapan lahan bedengan, penggunaan ajir dan perawatan intensif (penyiraman, pemupukan NPK). Pare mulai panen pada umur 40-60 hari setelah tanam, dengan panen berkelanjutan, dan potensi hasil tinggi. Tanaman ini butuh matahari penuh dan tanah gembur.
H.solihin memaparkan ke media putrabhayangkara.co.id pada Jum’at 17 April 2026 , mulai dari penanaman hingga panen bahwa Paria atau pare adalah tanaman merambat ,buat para-para dari bambu/kayu agar buah menggantung lurus, tidak kotor, dan tidak dimakan ulat.
Untuk Perawatan hingga Pemupukan, penyiraman dilakukan setiap hari, terutama saat tanaman masih muda atau musim kemarau.
Berikan pupuk kandang saat olah tanah lakukan pemupukan susulan (NPK) saat tanaman umur 3 minggu dan rutin setiap 2 minggu sekali.
Pengendalian hama utama adalah lalat buah. lalu gunakan perangkap lalat buah atau penyemprotan insektisida/fungisida secara berkala untuk mencegah penyakit seperti layu bakteri.
Panen perdana bisa dilakukan 42-50 hari setelah tanam . Pilih buah yang masih muda (warna hijau muda) untuk hasil terbaik. Panen dilakukan berkala (tiap 3-4 hari) untuk merangsang tumbuhnya buah baru,” pungkasnya.( Monna)
