September 25, 2026

Gema Empati Bencana Sumatra: Kasat Intelkam Polres Lobar Imbau Perayaan Nataru Tanpa Euforia Berlebih

Lombok Barat, NTB – Di tengah hiruk-pikuk persiapan menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), sebuah pesan menyejukkan datang dari jajaran Polres Lombok Barat. Alih-alih merayakannya dengan pesta pora, masyarakat diajak untuk menundukkan kepala sejenak sebagai bentuk solidaritas atas bencana alam yang baru saja menimpa saudara-saudara kita di wilayah Sumatra.

Kasat Intelkam Polres Lombok Barat, AKP I Ketut Artana, S.H., menegaskan bahwa momen pergantian tahun kali ini seharusnya menjadi ajang refleksi diri dan penebalan rasa kemanusiaan.

AKP I Ketut Artana menyampaikan bahwa perayaan tahun ini memiliki nuansa yang berbeda. Menurutnya, duka yang dirasakan warga di Sumatra akibat bencana alam adalah duka seluruh bangsa Indonesia.

“Kami mengimbau masyarakat di wilayah Lombok Barat untuk merayakan Nataru dengan kesederhanaan. Mari kita ganti suara kembang api dengan doa, dan ganti euforia berlebih dengan aksi nyata membantu sesama,” ujar AKP I Ketut Artana saat ditemui awak media, Rabu (23/12).

Lebih lanjut, AKP I Ketut Artana menjelaskan bahwa imbauan ini sejalan dengan instruksi Kapolri kepada seluruh jajaran Polda dan Polres se-Indonesia. Kapolri menekankan agar tidak ada perayaan yang menggunakan kembang api guna menghormati suasana duka nasional serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Sesuai arahan Bapak Kapolri, kami melarang penggunaan kembang api dalam perayaan tahun baru kali ini. Selain untuk menghindari potensi bahaya kebakaran dan gangguan ketertiban, hal ini adalah bentuk empati kita terhadap saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah,” tegasnya.

*Poin Utama Himbauan Polres Lombok Barat:*

Untuk menjaga kondusivitas serta menghormati suasana duka nasional, Polres Lobar menekankan beberapa poin penting bagi warga:

* Ibadah dan Refleksi: Mengutamakan kegiatan ibadah di tempat ibadah masing-masing serta kegiatan doa bersama untuk keselamatan bangsa.

* Hindari Petasan & Konvoi: Membatasi penggunaan petasan yang berlebihan dan menghindari konvoi kendaraan yang berisiko memicu gangguan Kamtibmas.

* Aksi Sosial: Mendorong komunitas dan organisasi masyarakat untuk mengalihkan dana perayaan menjadi donasi bagi korban bencana di Sumatra.

* Mengingat curah hujan yang tinggi, warga diminta tetap waspada terhadap potensi bencana lokal di wilayah NTB.
Selain aspek empati, pihak Intelkam juga terus memantau pergerakan situasi keamanan di wilayah Lombok Barat agar tetap kondusif. AKP I Ketut Artana berharap masyarakat bisa bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menjadi “polisi bagi diri sendiri”.

“Keamanan yang paling hakiki dimulai dari kesadaran individu. Dengan merayakan secara positif dan penuh empati, kita tidak hanya menjaga ketertiban, tapi juga menjaga martabat kita sebagai bangsa yang peduli,” tambahnya. (A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *