September 25, 2026

Final Mediasi Konflik Lahan di Yaro “Capai Kesepakatan”

Media Putra Bhayangkara.id, Nabire (Papua Tengah), Jumat 16/5/2025, Proses mediasi konflik tanah di Distrik Yaro berhasil mencapai kesepakatan. mediasi dilaksanakan di Aula Mapolres Nabire, Kamis (15/5/2025) sore. Dihadiri Bupati Nabire, Mesak Magai S, Sos, M, Si, Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawennari, Kapolres Nabire. Samuel D. Tatiratu, Sekertaris Daerah Piter Erari, dan wakil Ketua III kantor DPRK. Nabire. Hengki Wakei.

Perselisihan bermula dari perbedaan pendapat mengenai pemberian ulayat dari petua petua pendahulunya. Untuk menghindari konflik yang berkepanjangan, Bupati dan Kapolres Nabire mengambil langkah mediasi guna menemukan solusi terbaik masing masing-masing pihak.

Setelah melalui pembahasan yang panjang, masing-masing akhirnya sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.
Hasil mediasi dibagi Empat Ulayat. Kesepakatan yang telah diambil bersifat final dan mengikat masing-masing pihak.

Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos, M.Si, Menyampaikan”Masalah sengketa tanah di kampung Bomopai, kampung parouto, kampung Ororodo distrik yaro antara Marga Mekey, Marga Boma, Marga kegou, hari ini kita sudah selesaikan. hasil mediasi kesepakatan mereka bersama, dan kita bagi atas Empat wilayah, yaitu dari kali wanggar sampai dengan kali Yaro dalam marga Kegou dan Mekey, kemudian dari kali Jalan Poros Ororodo sampai Dua Meter bagian Barat, itu areal umum, karena disitu ada gereja, ada sekolah, ada Puskesmas, Ada kuburan, ada kebun. sehingga kita bebaskan itu dari Jalan PT Sesco, dulu Jalan logging sampai Muara kali kabur, Kemudian dari ujung Dua kilo sampai Bukit kabur, itu Marga Boma, dari Bukit Kabur sampai kali wami. Marga Mekey, dengan kesepakatan itu sehingga persoalan distrik sengketa tanah distrik Yaro sudah selesai. pesan dan harapan kami bahwa sebagai masyarakat mereka kembali aktivitas seperti biasa di kampung yaro, Tidak perlu ragukan antara satu sama lain, saling menerima. itu pesan kami mereka adalah warga masyarakat yang kita lihat sama-sama. saya juga menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian Polres Nabire, dimana kita tangani sama-sama ketika terjadi persoalan tanah di distrik yaro, saya atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire.atas nama seluruh warga masyarakat distrik yaro mengucapkan terima kasih kepada pihak keluarga besar Polres Nabire.demikian beberapa hal yang kusampaikan.”Ungkapnya”

Hal senada diungkapkan, Kapolres Nabire AKBP. Samuel DominggusTatiratu S.I.K., “sore ini kita sudah saksikan bersama bahwa mulai dari jam 10 pagi sampai saat ini pukul jam 15 30 proses penyelesaian persengketaan tanah di distrik yaro puji tuhan alhamdulillah dengan kehadiran Bapak Bupati langsung, bapak wakil bupati, Bapak Sekda, bahkan dari DPR sudah hadir dan persepakatan yang ada sudah dituangkan ini yang tadi dijelaskan oleh Bapak Bupati. Jadi kami dari pihak kepolisian juga, terima kasih banyak bapak bupati dan wakil serta rombongan termasuk Bapak dari DPR, sungguh tugas kami terbantu. ini yang kami harapkan adalah sinergitas kita bersama. Kemudian persoalan yang ada ketika sudah disepakati kami mohonkan juga bagi kita punya bapak dengan mama, adek, kakak, sudah saudara yang mendiami di yaro Tolong patuhi, Taati sepakat yang sudah ada, supaya jangan ada persoalan baru lagi. ya kita berharap bersama bergandengan tangan, menjaga keamanan di negeri kita tercinta Ini. Kabupaten Kota Nabire sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Tengah.”Tutup Kapolres ”
(Tim/MPB/Nabire/Zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *