FERADI WPI dan Universitas Karya Husada Resmi Buka Program S1 Ilmu Hukum: Fleksibel, Terjangkau, dan Siap Cetak Praktisi Hukum Profesional
Tasikmalaya putra bhayangkara .id – Dalam upaya memperluas akses pendidikan hukum yang terintegrasi dengan praktik dunia advokat dan paralegal, Organisasi Advokat & Paralegal FERADI WPI resmi menjalin kerja sama kelembagaan dengan Universitas Karya Husada (UNKAHA) Semarang. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan membuka Program Studi S1 Ilmu Hukum, baik melalui jalur reguler (untuk lulusan SMA/sederajat) maupun jalur alih jenjang (bagi lulusan D3/S1 non-hukum).
Program ini menjadi pilihan strategis bagi masyarakat yang ingin menjadi sarjana hukum profesional, sekaligus membuka peluang untuk berkiprah sebagai paralegal, asisten advokat, dan calon advokat, dengan sistem pendidikan hybrid (online & tatap muka) yang fleksibel dan terjangkau.
Ketua Umum FERADI WPI, Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., menyampaikan bahwa program ini merupakan lompatan penting dalam menjawab kebutuhan zaman.
“Pendidikan hukum tidak cukup hanya mencetak sarjana, tapi juga harus membentuk karakter profesional yang siap membela keadilan. Melalui kolaborasi ini, kami menghadirkan ruang belajar yang inklusif, terintegrasi dengan praktik hukum, dan mendukung transformasi digital di dunia advokat dan paralegal,” jelas Donny.
Lebih jauh, ia menambahkan pesan bernuansa reflektif, “Di tengah arus digitalisasi, perubahan sosial, dan dinamika hukum yang cepat, memiliki bekal pendidikan hukum adalah fondasi penting untuk membangun masyarakat yang adil dan beradab. Hukum bukan milik segelintir elit, tetapi harus dibuka aksesnya untuk semua warga negara. Jangan menunggu kesempatan datang—ciptakan kesempatan itu dengan belajar. Bersama, mari kita bentuk generasi jurist yang tangguh, berpikir kritis, dan menjunjung tinggi keadilan sosial,” tegasnya.
Ketua DPD FERADI WPI Jawa Tengah, Advokat M. Ismail Zulkarnain, S.H., C.LC, C.CLA, C.CDE, C.FTAX, C.MDF, yang juga tampil dalam flayer promosi, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menawarkan gelar akademik, namun juga membuka akses langsung ke jalur profesi.
“Program ini dirancang bukan hanya untuk kuliah, tapi juga membentuk peserta menjadi bagian dari komunitas hukum nasional. Selama masa studi, mahasiswa bisa langsung aktif sebagai paralegal, ikut PKPA dan UPA, hingga akhirnya siap diambil sumpah sebagai advokat,” ujarnya.
Ismail juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu mengambil keputusan bijak dalam menempuh pendidikan hukum.
“Pendidikan adalah investasi terbaik dalam hidup. Dan hukum adalah alat perubahan sosial yang paling kuat jika dikuasai dengan akal sehat dan nurani bersih. Segera daftarkan diri Anda, kuota terbatas, Jadilah bagian dari barisan praktisi hukum profesional yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ajaknya penuh semangat.
Ia menekankan bahwa sistem pembelajaran hybrid dan fleksibel menjadikan program ini solusi ideal bagi para profesional muda, karyawan, maupun fresh graduate yang ingin meniti karier di bidang hukum.
(ROY)
