Dugaan Proyek Siluman Dana BOS di Sekolah Negeri Bengkulu, Media Kesulitan Dapatkan Data
BENGKULU – Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sejumlah sekolah negeri di Kota Bengkulu diduga menyimpan kejanggalan. Hal ini terungkap saat awak Media Putra Bhayangkara melakukan kunjungan ke SMAN 5 dan SMPN 2 Kota Bengkulu, Rabu (10/9/2025).
Di SMAN 5, tim media berusaha mencari klarifikasi terkait kabar 72 siswa yang tiba-tiba dikeluarkan karena tidak terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sekaligus meminta penjelasan tentang pengelolaan dana BOS. Namun, upaya konfirmasi menemui jalan buntu. Guru maupun pegawai enggan memberikan keterangan dengan alasan kepala sekolah sedang tidak berada di tempat. Bahkan, ada staf yang menyebut pimpinan sekolah sedang “mengurus urusan di luar” atau “mengantri minyak”. Meski awak media menunggu lebih dari satu jam, tidak ada kepastian kapan kepala sekolah bisa ditemui.
Kunjungan berlanjut ke SMPN 2 yang berada di kawasan yang sama. Berbeda dengan SMAN 5, tim media berkesempatan bertemu langsung dengan Kepala Sekolah. Setelah menunjukkan surat tugas dan kartu pers, sejumlah pertanyaan diajukan terkait transparansi penggunaan dana BOS.
Namun, Kepala Sekolah menolak memberikan keterangan detail. Ia beralasan bahwa data terkait BOS hanya bisa diakses oleh Inspektorat maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sesuai petunjuk dinas. Ia juga menegaskan bahwa meskipun SMPN 2 memiliki website resmi, informasi tentang dana BOS tidak akan dipublikasikan di sana.
Minimnya keterbukaan informasi publik tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana BOS di lingkungan sekolah negeri. Awak Media Putra Bhayangkara yang sudah melakukan upaya konfirmasi secara maksimal akhirnya pamit tanpa memperoleh jawaban yang memadai.
(Heryasmadi/Putra Bhayangkara)
