September 26, 2026

Dr. Eriko Silaban Dorong Perjuangan Friedrich Silaban Dibahas di DPR RI

IMG-20260708-WA0015

 

JAKARTA, Rabu 08 Juli 2026. Putrabhayangkara.id

Gelombang dukungan untuk mendorong arsitek legendaris Indonesia, Friedrich Silaban, memperoleh gelar Pahlawan Nasional terus menguat. Aspirasi tersebut tidak lagi sekadar menjadi wacana di kalangan akademisi maupun komunitas arsitektur, tetapi mulai mengarah pada pembahasan di lingkungan legislatif sebagai bagian dari penghormatan negara terhadap tokoh yang dinilai telah memberikan kontribusi luar biasa bagi perjalanan bangsa.

Di antara tokoh yang konsisten menginisiasi perjuangan tersebut adalah Dr. Eriko Silaban, S.Pd., M.Pd. Melalui berbagai forum akademik, diskusi kebangsaan, hingga komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, Eriko terus mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat kembali besarnya jasa Friedrich Silaban dalam membangun wajah Indonesia modern.

Menurut Eriko, penghargaan kepada Friedrich Silaban bukan semata-mata bentuk penghormatan terhadap seorang arsitek, melainkan penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan yang diwujudkan melalui karya nyata. Bangunan-bangunan hasil rancangan Friedrich Silaban tidak hanya memiliki nilai estetika dan teknis, tetapi juga menjadi simbol persatuan, kemerdekaan, dan identitas nasional Indonesia.

Nama Friedrich Silaban telah tercatat dalam sejarah sebagai arsitek utama pembangunan Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara yang menjadi simbol toleransi, persatuan, dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Selain itu, ia juga berperan dalam perencanaan dan pembangunan kawasan Gelora Bung Karno, termasuk stadion utama yang hingga kini menjadi pusat berbagai kegiatan olahraga, kenegaraan, dan perhelatan internasional.

Bagi Eriko, fakta bahwa seorang arsitek beragama Kristen Protestan dipercaya merancang masjid nasional terbesar di Indonesia merupakan bukti nyata bahwa semangat kebhinekaan telah hidup sejak awal perjalanan bangsa. Kepercayaan tersebut lahir karena kompetensi, integritas, serta dedikasi Friedrich Silaban kepada Indonesia, melampaui sekat agama maupun latar belakang suku.

Friedrich Silaban lahir di Bonan Dolok pada 16 Desember 1912 dari keluarga sederhana. Ayahnya merupakan seorang pendeta Protestan yang menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, dan pengabdian. Berbekal kecerdasan serta semangat belajar yang tinggi, Friedrich menempuh pendidikan teknik di Batavia hingga kemudian dikenal sebagai salah satu arsitek paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia.

Sejumlah kalangan menilai karya-karya Friedrich Silaban bukan sekadar bangunan fisik, melainkan warisan peradaban yang akan terus dikenang lintas generasi. Bangunan rancangannya menjadi saksi perjalanan bangsa sejak masa awal kemerdekaan hingga Indonesia berkembang menjadi negara modern.

Dr. Eriko Silaban berpandangan bahwa pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Friedrich Silaban merupakan bentuk keadilan sejarah. Bangsa yang besar, menurutnya, tidak hanya menghargai para pejuang yang mengangkat senjata, tetapi juga menghormati para pemikir, perancang, ilmuwan, dan arsitek yang membangun fondasi peradaban bangsa melalui karya-karya monumental.

Sebagai akademisi sekaligus Koordinator Tenaga Ahli DPR RI, Eriko terus mendorong agar gagasan tersebut mendapat perhatian yang lebih luas, termasuk dibahas di lingkungan DPR RI sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran nasional terhadap jasa-jasa Friedrich Silaban. Ia meyakini semakin banyak tokoh bangsa yang memahami besarnya kontribusi sang arsitek, semakin kuat pula dukungan masyarakat terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional.

Kini, perjuangan tersebut terus bergema di ruang publik. Dukungan datang dari berbagai kalangan yang menilai sudah saatnya negara memberikan penghormatan tertinggi kepada Friedrich Silaban atas dedikasi dan mahakaryanya yang telah menjadi bagian penting dari identitas Indonesia. Dari Masjid Istiqlal hingga kawasan Gelora Bung Karno, warisan karya Friedrich Silaban akan terus berdiri kokoh sebagai saksi perjalanan sejarah bangsa sekaligus pengingat bahwa pengabdian kepada Indonesia dapat diwujudkan melalui karya yang melampaui zaman.

Series 15: Eriko Silaban, Inisiator Perjuangan Friedrich Silaban Menjadi Pahlawan Nasional

Penulis: Frish. H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *