DPW LSM Tamperak Minta Bupati Mentawai Perbaiki Jembatan Pelabuhan Penyeberangan Tua Peijat Yang Rusak
Pulau Mentawai, putrabhayangkara.id.
Pelabuhan Penyeberangan Tua Peijat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Propinsi Sumatera Barat, sebagai tempat pegi dan pulangnya manusia dan kendaraan dari Bungus Kota Padang ke Pelabuhan Tua Peijat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, jembatan yang hendak masuk ke kapal Gambolo dan Ambu- Ambu, kii dan kanan besi pembatas sudah terlihat patah dan rusak berat.
Ribuan masyarakat dan puluhan kendaraan yang hendak menyeberang dari pelabuhan Tua Peijat, setiap keberangkatan kapal, pada Senin malam dari bungus ke Tua Peijat dan dari Tua Peijat ke Sikakap, merasa kurang nyaman dan aman, karena jembatan tersebut, rusak.
Dari investigasi lapangan yang dilakukan Wartawan, pada Jumat, 24/4/2026 dilokasi pelabuhan penyeberangan Tua Peijat nampak dengan jelas jembatan penyeberangan menuju naik kapal Gombolo dan Ambu- Ambu, kiri dan kanan jembatan, sangat memperihatinkan, karena sudah ada yang patah besinya, diduga ada pembiaran dar Pemkab Kepulauan Mentawai, juga pihak perhubungan dan pelindo sebagai pihak yang bertanggung jawab demi untuk keselamatan masyarakat.
Adanya dugaan pembiaran atas patahnya kiri dan kanan besi pembatas yang sudah cukup lama tidak diperbaiki, Wakil Ketua DPW LSM Tamperak Sumbar, Syafruddin menegaskan, kepada Bupati Mentawai untuk segera turun langsung, memperbaiki jembatan penyeberangan Tua Peijat pintu masuk, kiri dan kanan yang rusak cukup parah. Pelayanan dan keselamatan publik harus menjadi prioritas utama. Dan jangan setelah jatuh korban, baru diperbaiki.
Wakil Ketua LSM Tamperak Propinsi Sumatera Barat, Syafruddin ketika dimintai tanggapannya atas rusaknya jembatan pelabuhan penyeberangan Tua Peijat meminta secara tegas, kepada pihak pengelola pelabuhan penyeberangan Tua Peijat, Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk pro aktif dan segera memperbaiki kiri dan kanan jembatan penyeberangan kendaraan dan orang yang hendak lulang dan pergi dari Padang nuju Tuapeijat Mentawai, sebelum jatuh korban. Dan jangan menutup mata,
Begitu besarnya dana yang masuk, ke pelabuhan dari penjualan tiket masyarakat juga ongkos kendaraan roda empat dan dua, masa sekecil ini yang rusak tidak mampu diperbaiki, sungguh terlalu,” ujar Wakil Ketua LSM Tamperak, Syafruddin mengakhiri.( Leo ).
