September 25, 2026

Dorong Produktivitas Petani, Bupati Taput Salurkan Bantuan Benih Unggul di Parmonangan

 

Desa Hutatinggi, Parmonangan | Kamis, 24 Juli 2025.

Dalam upaya nyata meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menyukseskan program 100 Hari Kerja Gubernur Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara di bawah kepemimpinan Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si, M.Si menyalurkan bantuan benih jagung dan kacang tanah kepada sejumlah kelompok tani di Desa Hutatinggi, Kecamatan Parmonangan.

Penyerahan ini menjadi simbol kuat sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dalam sektor pangan strategis. Ditemani Ketua TP PKK Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat br. Purba, Bupati secara langsung menyerahkan benih jagung hibrida varietas Pioner P-32 sebanyak 2.250 kg untuk 6 kelompok tani, serta benih kacang tanah varietas Sihobuk sebanyak 750 kg kepada 8 kelompok tani.

Bantuan tersebut dirancang untuk mendorong perluasan areal tanam jagung hingga 150 hektar dan kacang tanah 15 hektar, dengan target peningkatan pendapatan petani dan ketahanan pangan lokal.

Sektor Pertanian: Tulang Punggung Ekonomi Taput

Dalam sambutannya, Bupati Dr. Jonius Taripar menegaskan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 44,85% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2024, dengan nilai mencapai Rp5.058,48 miliar. Pemerintah menargetkan kontribusi sektor ini meningkat menjadi Rp7.500 miliar pada tahun 2030, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi pertanian, benih unggul, dan penguatan kelembagaan tani.

> “Pemerintah dan semua pihak harus terus bergerak bersama masyarakat petani, saling berkolaborasi, membantu dan bahu membahu agar perluasan tanam dan peningkatan produktivitas pertanian dapat berkelanjutan,” tegas Bupati dalam pernyataannya.

Mengapa Pioner P-32 dan Sihobuk?

Benih Pioner P-32 dikenal sebagai salah satu varietas jagung hibrida dengan hasil tinggi, tahan kekeringan, dan cocok untuk agroklimat wilayah Tapanuli Utara. Sementara itu, varietas kacang tanah Sihobuk bukan hanya unggul dalam produktivitas, tetapi juga memiliki nilai pasar yang kuat di Sumatera Utara karena cita rasa khas dan daya simpan yang baik.

Hal ini menunjukkan bahwa program Pemkab Taput tidak hanya berbasis pada perluasan lahan, tetapi juga kualitas varietas dan potensi pasar yang berorientasi ekonomi lokal.

Distribusi dan Sasaran: Efisiensi atau Formalitas?

Meskipun penyaluran bantuan ini disambut positif, muncul pertanyaan dari beberapa pemerhati kebijakan daerah mengenai efektivitas distribusinya:

Apakah kelompok tani penerima benar-benar aktif dan produktif?

Bagaimana mekanisme seleksi kelompok tani tersebut?

Adakah pendampingan teknis dan pengawasan pasca penanaman?

Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara memastikan bahwa distribusi dilakukan secara selektif dan terdata, dengan fokus pada kelompok tani yang memiliki lahan siap tanam dan rekam jejak hasil panen yang baik.

Namun, pengawasan implementasi di lapangan akan menjadi indikator keberhasilan program ini. Tanpa monitoring dan evaluasi (monev) yang intensif, tidak tertutup kemungkinan benih hanya berakhir menjadi angka statistik dalam laporan proyek.

Rantai Nilai Pertanian Masih Rentan

Salah satu isu besar dalam pembangunan sektor pertanian di Taput adalah lemahnya rantai pasok dan hilirisasi. Petani masih tergantung pada tengkulak dan tidak memiliki akses pasar yang cukup luas. Diharapkan, dengan peningkatan produktivitas melalui benih unggul ini, pemerintah juga mengintervensi sisi hilir—mulai dari penyimpanan hasil panen, akses pasar, hingga pengolahan hasil.

Jika hal ini tidak diperkuat, maka peningkatan produksi justru bisa menciptakan over supply lokal yang menekan harga komoditas, merugikan petani itu sendiri.

Tanggung Jawab Bersama

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Asisten Sekdakab Tapanuli Utara, Inspektur Daerah, sejumlah pimpinan OPD, Camat Parmonangan, Kepala Desa Hutatinggi, serta kelompok tani setempat. Hal ini menandakan bahwa pemerintah daerah berusaha melibatkan semua unsur birokrasi dan pemangku kepentingan untuk memperkuat basis pertanian rakyat.

Namun, tanggung jawab peningkatan sektor pertanian tidak hanya berada di pundak pemerintah. Lembaga keuangan, swasta, penyuluh pertanian, hingga media massa memiliki peran penting dalam mendorong literasi pertanian, akses teknologi, dan advokasi kebijakan yang lebih progresif.

Liputan ini adalah bagian dari upaya Media Putra Bhayangkara untuk mengawal pembangunan daerah dengan pendekatan berbasis data, suara rakyat, dan keberpihakan pada keadilan sosial. Program seperti ini perlu dilihat tidak hanya dari seremoni penyerahan, tetapi juga dari dampak riilnya di ladang-ladang rakyat kecil.

Kami akan melakukan tindak lanjut ke lapangan untuk meninjau perkembangan tanam, efektivitas bantuan, dan mendengar langsung testimoni petani—sebagai bentuk tanggung jawab media dalam mengawal jalannya pembangunan agraris di Tapanuli Utara.

Reporter: Frish H. Silaban
Editor: Redaksi Media Putra Bhayangkara
Tanggal Terbit: 25 Juli 2025

> “Bertani bukan hanya soal mencangkul tanah, tapi juga mencangkul kebijakan agar rakyat tidak mati dalam musim panen.” – Catatan Redaksi MPB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *