September 26, 2026

Distribusi MBG Kecamatan Terentang Cakup 2.541 Siswa, Tiga Desa 3T Menyusul Masuk Program

 

Terentang — Pelaksanaan Program Makanan Bergizi (MBG) di Kecamatan Terentang terus menunjukkan perkembangan positif. Joko, akuntan SPPG Terentang, menyampaikan bahwa saat ini sejumlah desa sudah tercover program dengan total penerima manfaat mencapai 2.541 siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Sementara itu, tiga desa kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) tengah dalam proses perluasan cakupan layanan.

Tiga desa tersebut adalah Desa Bertuah, Sungai Dapur, dan Desa Baru, yang sebelumnya belum dapat terlayani karena kendala teknis dan infrastruktur. Selain siswa, program MBG di Terentang juga mencatat adanya penerima manfaat dari kelompok ibu hamil dan balita, meski belum seluruhnya dapat dijangkau.

“Kendalanya memang di medan. Jarak jauh, jalan rusak, sehingga distribusi pakai motor atau mobil sering terhambat. Tapi Alhamdulillah sejauh ini tidak ada komplain dari sekolah. Hanya occasionally keterlambatan karena cuaca hujan,” jelas Joko.

30 Sekolah Telah Terlayani

Program MBG Terentang tercatat telah menjangkau 39 sekolah, terdiri dari SD, SMP, SMA, hingga Pondok Pesantren.

Desi, ahli gizi yang bertanggung jawab atas standar menu MBG, menegaskan bahwa seluruh bahan makanan selalu melalui pengecekan ketat.

“Setiap barang datang kita cek dulu. Kalau tidak sesuai spesifikasi, langsung kita retur. Menunya harus memenuhi standar: karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur, serta buah.”

Ia juga menjelaskan bahwa perubahan menu kadang dilakukan menyesuaikan ketersediaan bahan dari pemasok mengingat lokasi yang jauh dan akses yang terbatas.

Dapur MBG Terentang Layani 30 Sekolah

Muhammad Husin, mitra dapur MBG Terentang, mengatakan bahwa pihaknya saat ini melayani 30 sekolah dengan dukungan 7 armada distribusi.

“Total siswa yang kami layani sementara 2.541. B3-nya sekitar 420-an. Tiga desa 3T sudah di-ACC pusat dan sedang dalam proses pembangunan fasilitas,” ungkapnya.

Husin mengakui bahwa pada awal operasional pernah terjadi kendala distribusi, terutama terkait sayur dan lauk karena stok tidak stabil. Namun evaluasi rutin membuat penyediaan semakin baik.

“Sekarang Alhamdulillah sudah lancar. Dulu memang ada masalah sayur atau ikan kadang kosong, tapi sekarang sudah stabil.”

Ia juga menyampaikan pesan untuk siswa agar lebih semangat belajar, dan kepada guru agar turut mengawasi jalannya program.

“Ini program pemerintah, jadi harus kita jaga bersama.”

Komitmen Berkelanjutan

Dengan cakupan wilayah yang luas—sekitar 20×25 meter per titik dapur—serta medan yang cukup berat, program MBG di Terentang tetap berjalan optimal berkat koordinasi antara pemerintah, dapur penyedia, sekolah, dan masyarakat.

Pihak penyelenggara berharap seluruh desa, termasuk yang masuk kategori 3T, bisa segera mendapatkan layanan penuh agar manfaat program dapat dirasakan merata oleh seluruh anak dan keluarga di Kecamatan Terentang.(Sabirin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *