Dari Bangku SD Silamosik 1 ke Kursi Wabup Toba, Audi Murphy Suntik Semangat Generasi Muda
TOBA – Selasa,22/09/2026.
putrabhayangkara.id
Kembali ke sekolah dasar tempat menimba ilmu puluhan tahun lalu bukan sekadar perjalanan nostalgia. Bagi Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, kunjungan ke UPTD SD Negeri Silamosik 1, Kecamatan Bonatua Lunasi, Selasa (22/9/2026), menjadi momentum untuk menanamkan pesan penting kepada generasi penerus: jangan takut bermimpi, rajin belajar, disiplin, dan terus berkarya.
Di sekolah tersebut, Audi Murphy pernah duduk sebagai siswa kelas 1 hingga kelas 3 sebelum melanjutkan pendidikan di tempat lain. Kini, ia kembali ke almamater dalam kapasitas sebagai Wakil Bupati Toba.
Didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Toba, Donny Raymond Simamora, Audi Murphy bertemu langsung dengan guru dan para siswa.
Pertemuan itu sekaligus menjadi refleksi bahwa perjalanan seseorang dapat berawal dari ruang kelas sederhana. Pendidikan dasar menjadi fondasi untuk membangun kemampuan, karakter, dan keberanian seseorang dalam menatap masa depan.
“Dulu bapak sekolah di sini kelas 1, 2, 3 dan kelas 4 pindah dari sini. Hari ini dengan kerinduan dan kebanggaan akan sekolah ini, saya dan Pak Bupati Effendi Napitupulu berencana bagaimana sekolah ini bisa maju. Kemajuan sekolah adalah kesuksesan anak didiknya, alumninya,” ujar Audi Murphy.
Sekolah Maju Berawal dari Kesuksesan Anak Didiknya
Pesan yang disampaikan Audi Murphy tidak hanya berbicara mengenai masa lalu. Ia membawa perspektif bahwa kemajuan sebuah sekolah sangat erat kaitannya dengan kualitas dan keberhasilan para alumninya.
Karena itu, siswa didorong untuk melihat pendidikan sebagai investasi masa depan. Keberhasilan mereka kelak tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kemajuan almamater dan daerah.
Di hadapan para siswa, Audi Murphy mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan positif sejak dini.
“Tidak ada yang tidak mungkin. Yang terpenting adalah rajin belajar, disiplin, menghormati orang tua dan guru, serta terus berusaha,” katanya.
Pesan tersebut menjadi penting karena tantangan pendidikan ke depan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Anak-anak juga membutuhkan karakter, kedisiplinan, kreativitas, kemampuan beradaptasi serta keberanian menghadapi perkembangan teknologi.
Dari Pelajaran di Kelas Menuju Teknologi Energi
Audi Murphy juga membuka wawasan siswa melalui rencana pengenalan teknologi pemanfaatan energi air menjadi energi listrik.
Ia menyampaikan rencana untuk membawa siswa melihat secara langsung kawasan PLTA dan Bendungan Siguragura. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran kontekstual sehingga siswa tidak hanya memahami ilmu pengetahuan melalui buku, tetapi juga melihat penerapannya di dunia nyata.
“Kita akan melihat PLTA Siguragura, Bendungan Siguragura. Bagaimana nanti anak-anak kami membuat seperti itu, dan itu bisa dibuat oleh orang-orang pandai. Dengan karya mereka kita bisa menikmati arus listrik,” ujarnya.
Gagasan tersebut sekaligus menanamkan pola pikir bahwa teknologi bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan siswa. Pengetahuan yang diperoleh di sekolah dapat menjadi dasar untuk menciptakan inovasi dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Generasi Muda Jangan Hanya Menjadi Pengguna Teknologi
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, tantangan pendidikan bukan hanya bagaimana anak-anak mampu menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana mereka kelak dapat menciptakan teknologi dan menghasilkan inovasi.
Pesan Audi Murphy kepada siswa mengarah pada semangat tersebut.
“Dengan karyamu orang nanti bisa menikmati yang lebih baik. Kalian harus lebih baik lagi,” pungkasnya.
Kalimat tersebut menjadi pesan utama dari kunjungan ke almamaternya: anak-anak Toba harus dipersiapkan bukan hanya untuk menjadi penonton perkembangan zaman, tetapi memiliki kemampuan untuk ikut menghasilkan karya.
Alumni dan Sekolah: Hubungan yang Harus Terus Hidup
Kunjungan Audi Murphy juga memperlihatkan pentingnya hubungan antara alumni dengan sekolah asal.
Alumni yang telah berhasil di berbagai bidang dapat mengambil peran dalam memberikan inspirasi, pengalaman, jejaring, maupun dukungan bagi generasi berikutnya. Sebaliknya, sekolah menjadi tempat yang terus melahirkan generasi baru yang suatu saat diharapkan kembali memberikan kontribusi.
Dengan demikian, hubungan alumni dan almamater tidak berhenti ketika seorang siswa meninggalkan bangku sekolah.
Kunjungan tersebut disambut antusias pihak sekolah dan para siswa. Bagi mereka, kehadiran seorang alumni yang kini dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Bupati Toba menjadi pengalaman tersendiri.
Lebih dari sekadar nostalgia, kunjungan tersebut membawa sebuah pesan pendidikan yang sederhana namun fundamental: masa depan dapat dimulai dari bangku sekolah, tetapi keberhasilan membutuhkan kerja keras, disiplin, karakter, ilmu pengetahuan, dan keberanian untuk menghasilkan karya.
Media Putra Bhayangkara
Jonaer Silaban S.Pd.
