DAM BETUK MEMANAS! Wartawan Dikejar dan di intimidasi Mafia PETI, SWM Turun Jalan Geruduk Polres Merangin
Putrabhayangkara Merangin – Solidaritas Wartawan Merangin (SWM) menggegerkan Kota Bangko setelah menggelar Aksi Damai di depan Mapolres Merangin pada Kamis (13/11/25). Aksi ini merupakan luapan kemarahan kolektif insan pers atas tindakan premanisme dan intimidasi yang dialami rekan kami, Dodi Saputra (Jurnalis Nusantara TV), oleh sekelompok oknum yang diduga keras pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Dam Betuk pekan lalu.
Dalam aksi yang dimulai dengan long march dari Dinas Kominfo ini, SWM menuntut Polres Merangin tidak main-main dalam menindaklanjuti laporan resmi mereka.
Kronologi Mencekam: Video Dihapus, Jurnalis Dicekik
Insiden mengerikan tersebut terjadi sesaat setelah rombongan Wakil Bupati Merangin H. A. Khafid meninggalkan lokasi peninjauan Dam Betuk. Saat itu, Dodi Saputra yang masih berada di lokasi untuk melengkapi liputan, tiba-tiba dikepung oleh belasan orang yang diduga pro PETI.
“Ramai yang mengadang. Ada yang mau mukul,
Tak hanya kekerasan fisik, para pelaku juga merebut paksa telepon genggam Dodi, kemudian menghapus semua rekaman video liputan, Puncak intimidasi terjadi saat Dodi diancam dengan kalimat, “Jangan dibertain. Kalau diberitain kutandai kau!”
SWM menegaskan bahwa tindakan ini bukan hanya kriminal biasa, tetapi juga serangan langsung terhadap kebebasan pers, yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999.
“Tolong usut tuntas laporan kami dengan nomor STP/576/XI/RES.1.24/2025 yang sudah kami sampaikan ke Polres Merangin. Kami sangat mengecam tindak intimidasi ini dan kami minta ini tidak terulang lagi!” tegas Riko, disambut pekik tuntutan dari puluhan jurnalis lainnya.
Pimpinan Aksi, Bas (Wartawan Bungo TV), menambahkan bahwa Dam Betuk adalah aset daerah yang vital. “Kapolres sendiri tahu, Dam Betuk sesuai rencana Bupati H. M. Syukur akan dijadikan sentra keramba ikan. Kehadiran PETI yang merusak lingkungan dan mengintimidasi jurnalis harus segera diakhiri! Jangan biarkan aparat kalah oleh preman tambang ilegal!” serunya.
Polres Merangin AKBP KIKI firmansyah akan mengusut tuntas kasus yang sudah dilaporkan ini sesuai prosedur hukum. Kami berkomitmen untuk melindungi rekan-rekan jurnalis dalam menjalankan tugasnya,” ujar AKBP Kiki Firmansyah, sembari memastikan proses hukum atas laporan STP/576 akan berjalan.
Insan pers Merangin kini menunggu pembuktian janji tegas dari pimpinan kepolisian, sambil berharap para pelaku intimidasi segera diseret ke meja hijau. ( Agus CS )
