CV Mutiara Jaya Kerjakan Proyek Peningkatan Jalan Poros di Desa Jayamukti Menjadi Sorotan Publik Diduga Tak Sesuai Spesifikasi dan Beraroma Korupsi
Putrabhayangkara id// Karawang- Keberlangsungan proyek peningkatan jalan poros desa yang dikerjakan CV Mutiara Jaya berlokasi di Dusun Krajan RT 02 RW 01 Desa Jayamukti Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang Jawa Barat. Proyek rabat beton tersebut diketahui melalui papan informasi yang terpampang dilokasi, berasal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (D-PUPR) Kabupaten Karawang bersumber dana APBD tahun anggaran 2025 senilai Rp 189.240.000,00 dengan volume: Panjang = 146,00 M” : L = 3,00 M” dan masa kontrak waktu pengerjaan 45 hari kalender Sabtu 05/07/2025.
Sayangnya, proyek peningkatan jalan poros (rabat beton) tersebut, diduga dikerjakan tak sesuai spesifikasi dan beraroma korupsi.
Pasalnya, dalam pelaksanaan pengecoran jalan, pihak CV Mutiara Jaya diduga curangi penggunaan besi dowel. Semestinya dalam proyek pengecoran yang Volume panjangnya =146,00 M” ada 29 rangkaian besi dowel yang harus dipasang. Namun faktanya hanya dipasangin beberapa besi dowel saja. Padahal besi dowel tersebut berfungsi untuk menguatkan cor rabat beton agar tidak retak dan tidak terbelah.
Hal itu kemudian ditanyakan oleh seorang warga berinisial E kepada Yadi selaku pelaksana lapangan (mandor). Mandor Yadi dengan nada tinggi menjawab, “Emangnya harus dipasangin besi dowel setiap mobil,” jawabnya lalu pergi meninggalkan warga yang bertanya.
Kemudian awak media mencoba mengkonfirmasi Warga berinisial E yang memang paham jarak ukur pemasangan rangkaian besi dowel dalam proyek peningkatan jalan (rabat beton) tersebut,
Warga mengatakan, “bahwa besi dowel berfungsi untuk menguatkan cor rabat beton agar tidak retak dan terbelah, seharusnya 1 rangkaian besi dowel, dipasang dalam setiap jarak ukur, panjang 5,00 M” cor rabat beton. Jadi kalau proyek pengecoran jalan ini, bervolume; panjang 146 M” harus terpasang 29 rangkaian besi dowel, kalau hanya dipasang beberapa besi dowel saja saya khawatir jalan cor rabat beton ini tidak akan bisa bertahan lama, “jelasnya
Sementara pengawas dari dinas yg bertugas mengawasi jalannya proyek pengecoran bernama Supratman, belum nampak hadir dan entah berada dimana, bahkan ketika dikonfirmasi melalui via telepon dan chat WhatsApp Pengawas dari Dinas terkait malah tidak menjawab alias bungkam. (Gun)
