Bupati Toba Sampaikan LKPJ 2025, Realisasi Anggaran Capai di Atas 90 Persen
TOBA – Rabu 08 April 2026. Putra Bhayangkara. id
Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, menyampaikan Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Toba, Rabu (8/4/2026).
Penyampaian LKPJ ini menjadi bagian dari mekanisme evaluasi kinerja pemerintah daerah selama satu tahun anggaran, baik dari sisi keuangan maupun capaian pembangunan.
Pendapatan Daerah Terealisasi 94,71 Persen
Dalam paparannya, Bupati menyebutkan target pendapatan daerah sebesar Rp1,288 triliun, dengan realisasi Rp1,220 triliun atau 94,71 persen.
Rinciannya meliputi:
Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi Rp126,58 miliar (89,15 persen dari target)
Pendapatan transfer Rp1,083 triliun (95,55 persen)
Lain-lain pendapatan sah Rp10,20 miliar (81,29 persen)
Capaian ini menunjukkan ketergantungan daerah terhadap dana transfer pusat masih cukup dominan, meskipun PAD tetap menjadi indikator kemandirian fiskal yang perlu terus diperkuat.
Belanja Daerah Capai 92,38 Persen
Untuk sisi belanja, dari total anggaran Rp1,346 triliun, realisasi mencapai Rp1,244 triliun atau 92,38 persen.
Dengan rincian:
Belanja operasi: 93,18 persen
Belanja modal: 93,36 persen
Belanja transfer: 90,27 persen
Belanja tidak terduga: hanya 0,55 persen
Rendahnya serapan belanja tidak terduga mengindikasikan minimnya kondisi darurat sepanjang tahun anggaran, namun juga bisa menjadi catatan dalam kesiapsiagaan fiskal daerah.
Pembiayaan Terealisasi 100 Persen
Total pembiayaan daerah sebesar Rp58,05 miliar terealisasi seluruhnya, dengan:
Penerimaan pembiayaan (SiLPA) Rp61,05 miliar
Pengeluaran pembiayaan (penyertaan modal) Rp3 miliar
Indikator Makro: Kemajuan Sosial, Tantangan Ekonomi
Bupati juga memaparkan capaian indikator makro pembangunan:
IPM meningkat dari 78,44 menjadi 79,17
Kemiskinan menurun dari 8,07% menjadi 7,21%
Pengangguran turun dari 1,09% menjadi 1%
Ketimpangan (Gini Ratio) membaik dari 0,348 menjadi 0,289
Namun, terdapat catatan penting:
Pertumbuhan ekonomi melambat dari 4,84% menjadi 4,10%
Pendapatan per kapita menurun dari 3,45 menjadi 2,74
Hal ini menunjukkan adanya tekanan pada sektor ekonomi riil, meskipun indikator kesejahteraan sosial mengalami perbaikan.
DPRD Lanjutkan Pembahasan dan Turun Lapangan
Usai penyampaian, pimpinan DPRD Kabupaten Toba menerima dokumen LKPJ untuk dibahas lebih lanjut. Rapat kemudian diskors hingga 30 April 2026.
Sebelumnya, DPRD akan melakukan:
Kunjungan lapangan: 13 April 2026
Pembahasan komisi bersama OPD: 14 April 2026
Langkah ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan legislatif untuk memastikan program dan penggunaan anggaran berjalan efektif serta tepat sasaran.
Analisis Singkat (Nilai Berita)
Kuat: Realisasi anggaran tinggi (di atas 90%) dan indikator sosial membaik
Perlu perhatian: Pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita menurun
Isu strategis ke depan: Penguatan PAD dan stabilitas ekonomi daerah
Diterbitkan : Media Putra Bhayangkara.ID ( Jonaer Silaban )
