September 26, 2026

Bupati Taput Pimpin Peringatan Hari Anak Nasional ke-42, Ajak Seluruh Elemen Lindungi Anak Menuju Indonesia Emas 2045

IMG-20260723-WA0039

 

TAPANULI UTARA – Kamis 23 Juli 2026. Putrabhayangkara.id

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si. di Lapangan Gereja HKBP Sabungan, Kecamatan Siborongborong, Kamis (23/7/2026).

Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, sebagai ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang anak menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tapanuli Utara membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia Arifatul Choiri Fauzi. Dalam amanatnya ditegaskan bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus memperoleh perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, maupun perundungan (bullying).

Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurutnya, diperlukan kolaborasi yang kuat antara keluarga, dunia pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, tokoh agama, dan tokoh adat untuk menciptakan lingkungan yang benar-benar aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

> “Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media, tokoh agama, hingga tokoh adat agar setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang,” ujar Bupati.

Sebagai bentuk penguatan perlindungan anak, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus mendorong implementasi Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (GERNAS #RANA) serta memperluas kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) hingga ke seluruh wilayah Tapanuli Utara. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang publik, lingkungan sekolah, serta ruang sosial yang semakin responsif terhadap kebutuhan dan perlindungan anak.

Menurut Bupati, investasi terbaik bagi masa depan bangsa bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini melalui pemenuhan hak-hak anak.

> “Anak-anak Tapanuli Utara harus tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, dan berdaya saing. Merekalah yang kelak akan melanjutkan estafet kepemimpinan serta membawa Indonesia menuju negara yang maju, adil, dan sejahtera pada tahun 2045,” tegasnya.

Sebagai wujud nyata pemenuhan hak sipil anak, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam kesempatan tersebut juga menyerahkan Kartu Identitas Anak (KIA) secara simbolis kepada sejumlah perwakilan anak. Penyerahan KIA menjadi salah satu bentuk pengakuan identitas hukum anak sekaligus mendukung terpenuhinya hak-hak sipil sejak usia dini.

Tidak hanya itu, Bupati bersama jajaran turut menyerahkan paket bingkisan kepada anak-anak yang hadir sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap tumbuh kembang mereka.

Suasana peringatan Hari Anak Nasional ke-42 berlangsung meriah dengan penampilan berbagai atraksi seni dan budaya yang dibawakan para pelajar dari sejumlah sekolah di Tapanuli Utara. Penampilan tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya daerah.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Turut hadir Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekretaris Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparatur sipil negara, tenaga pendidik, pelajar, serta tokoh masyarakat.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional ke-42 ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap seluruh elemen masyarakat semakin memperkuat komitmen dalam memenuhi hak-hak anak, memberikan perlindungan yang optimal, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa. Dengan sinergi seluruh pihak, cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 diharapkan dapat diwujudkan melalui generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

Penulis: Frish. H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *