September 26, 2026

Bupati Tapanuli Utara Kukuhkan 25 Anggota Paskibraka 2025: Putra-Putri Terbaik Siap Kibarkan Merah Putih di HUT ke-80 RI

Tarutung – Jumat 15 Agustus 2025

Sebanyak 25 putra-putri terbaik Tapanuli Utara resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2025 oleh Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., pada upacara khidmat di Gedung Sopo Partungkoan Tarutung, Jumat (15/8/2025).

Prosesi ini menjadi tonggak penting menjelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, di mana para anggota Paskibraka akan mengemban tugas mulia mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Lapangan Serbaguna Tarutung pada 17 Agustus mendatang.

Seleksi Ketat dan Latihan Fisik-Mental

Ke-25 anggota Paskibraka ini merupakan hasil seleksi ketat yang digelar sejak awal tahun, melibatkan unsur dinas pendidikan, pelatih TNI-Polri, serta tim kesehatan. Selama lebih dari tiga minggu terakhir, mereka menjalani pelatihan intensif mencakup baris-berbaris, pembinaan fisik, penguatan mental, hingga pembentukan karakter disiplin dan nasionalisme.

Bupati dalam amanatnya menekankan bahwa Paskibraka bukan sekadar pasukan pengibar bendera, tetapi simbol semangat perjuangan generasi muda.

> “Kalian adalah putra-putri terbaik Tapanuli Utara yang terpilih bukan hanya karena fisik yang prima, tetapi juga karena jiwa nasionalisme yang tinggi. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan daerah,” ujar Bupati disambut tepuk tangan tamu undangan.

Prosesi Penuh Makna

Upacara pengukuhan ditandai pembacaan ikrar Paskibraka yang dipimpin oleh pembina upacara, dilanjutkan prosesi pemasangan kendit secara simbolis oleh Bupati kepada perwakilan anggota. Kendit ini melambangkan tekad dan kehormatan sebagai penjaga Sang Saka Merah Putih.

Suasana menjadi haru ketika para orang tua berdiri memberi salam hormat, sementara pelatih yang selama ini membimbing memberikan doa restu. Beberapa anggota tampak menahan air mata, menandai besarnya rasa bangga sekaligus tanggung jawab yang akan mereka pikul.

Latar Sejarah Singkat Paskibraka

Tradisi Paskibraka di Indonesia berawal dari gagasan tokoh pengibar bendera pertama pada Proklamasi 17 Agustus 1945, Latief Hendraningrat, bersama para pejuang muda lainnya. Untuk menjaga kontinuitas semangat itu, pada 1967 dibentuk pasukan khusus pengibar bendera yang kini dikenal sebagai Paskibraka.

Tugas mereka bukan hanya simbolis, tetapi juga sarat nilai perjuangan: mengibarkan bendera adalah wujud penghormatan tertinggi terhadap kemerdekaan yang diperjuangkan dengan darah dan air mata.

Makna Filosofis Prosesi Pengukuhan

Pembacaan Ikrar → Komitmen tertulis dan lisan untuk menjaga kehormatan bangsa.

Pemasangan Kendit → Simbol ikatan tekad, kesetiaan, dan kesiapan mental.

Hormat Orang Tua & Pelatih → Pengakuan bahwa keberhasilan anak adalah hasil bimbingan dan doa restu.

Makna-makna ini menjadi pesan bahwa setiap anggota Paskibraka memikul tanggung jawab bukan hanya di lapangan upacara, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari sebagai teladan generasi muda.

Hadir Tokoh dan Forkopimda

Acara dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Lumbantoruan, M.Eng., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat br Purba, Ketua Bidang II TP PKK Ny. Lisa Deni Lumbantoruan br Malau, pengurus TP PKK, serta jajaran OPD.

Harapan untuk Generasi Muda

Pengukuhan ini diharapkan melahirkan teladan bagi generasi muda Tapanuli Utara dalam menanamkan rasa cinta tanah air, kedisiplinan, dan pengabdian. Para anggota Paskibraka tidak hanya akan menjadi pusat perhatian pada 17 Agustus, tetapi juga diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing.

“Tugas ini hanya berlangsung beberapa menit di lapangan, tetapi maknanya akan kalian bawa seumur hidup,” tutup Bupati.

Diterbitkan Media Putra Bhayangkara
Frish. H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *