September 26, 2026

Bupati JTP Hutabarat dan IAKN Tarutung Perkuat Sinergi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat di Tapanuli Utara

IMG-20260605-WA0001

TAPANULI UTARA – Kamis 04 Juni 2026.

Putrabhayangkara.id

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus memperkuat kolaborasi dengan lembaga pendidikan tinggi dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan daerah. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si. dan Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung Pdt. Dr. Haposan Silalahi, M.Th., yang berlangsung di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Kamis (4/6/2026).

Kerja sama tersebut mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan serta memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Drs. Henry M.M. Sitompul, M.Si., Bunda PAUD Kabupaten Tapanuli Utara Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, Kepala Dinas Pendidikan Freddy Advent Panjaitan, S.Sos., MM., serta sejumlah pimpinan perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Jonius TP Hutabarat menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dan IAKN Tarutung. Menurutnya, keberadaan IAKN Tarutung memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus mencetak generasi yang unggul secara intelektual, berkarakter, dan memiliki nilai-nilai keimanan yang kuat.

Bupati menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam menghadirkan inovasi, penelitian, dan program pengabdian yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Sebagai arah implementasi kerja sama, Bupati menyampaikan lima fokus utama yang perlu menjadi perhatian bersama. Kelima fokus tersebut meliputi peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan, pengembangan kurikulum yang relevan dan berkarakter, pemanfaatan teknologi serta inovasi pendidikan, penguatan program pengabdian kepada masyarakat, serta pelaksanaan pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan.

Pada aspek peningkatan kualitas tenaga pendidik, Bupati berharap IAKN Tarutung bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara dapat membangun sinergi yang lebih kuat melalui pelatihan, pendampingan, dan peningkatan kompetensi guru di seluruh wilayah, termasuk di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses pendidikan.

Menurutnya, peningkatan kapasitas tenaga pendidik menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kualitas pendidikan yang merata dan berdaya saing.

Selain itu, Bupati juga menyoroti pentingnya pengembangan kurikulum yang mampu mengintegrasikan potensi daerah dan kearifan lokal ke dalam proses pembelajaran. Ia berharap nilai-nilai budaya Batak Toba dapat terus diwariskan kepada generasi muda melalui dunia pendidikan sehingga peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat.

Dalam bidang penelitian dan inovasi pendidikan, Bupati mendorong lahirnya berbagai kajian akademik yang dapat memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pendidikan di daerah. Hasil penelitian tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan pendidikan di Kabupaten Tapanuli Utara.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam program pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kontribusi perguruan tinggi melalui kegiatan pendampingan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Dengan kebersamaan serta kolaborasi yang baik, kita akan wujudkan generasi yang cerdas, beriman, dan berkarakter untuk masa depan Tapanuli Utara yang lebih baik,” tegas Bupati.

Sementara itu, Rektor IAKN Tarutung Pdt. Dr. Haposan Silalahi menyampaikan bahwa pihaknya telah memperoleh izin penyelenggaraan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen. Program tersebut membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana melalui pengakuan terhadap pengalaman kerja dan kompetensi yang dimiliki.

Rektor menjelaskan bahwa program tersebut ditujukan antara lain bagi guru PAUD, sekretaris desa, operator sekolah, dan berbagai tenaga kerja lainnya yang ingin meningkatkan kualifikasi pendidikan.

Ia berharap Program RPL angkatan pertama dapat dimanfaatkan secara maksimal, khususnya oleh para guru PAUD di Kabupaten Tapanuli Utara. Menurutnya, masih terdapat tenaga pendidik yang belum memiliki kualifikasi pendidikan Strata Satu (S1), padahal kualifikasi tersebut sangat penting untuk mendukung pengembangan karier, sertifikasi profesi, serta peningkatan kompetensi guru.

Melalui kerja sama yang telah disepakati, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dan IAKN Tarutung diharapkan mampu menghadirkan berbagai program yang berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, dan kemajuan masyarakat di Kabupaten Tapanuli Utara.

Diterbitkan Media Putra Bhayangkara ID
( Frish. H. Silaban )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *