September 26, 2026

Bupati Jhon Kenedy Azis Resmikan 6 Jembatan di Padang Pariaman

IMG-20260410-WA0034

 

Padang Pariaman, putrabhayangkara.id.
Bupati Kabupaten Padang Pariaman, Propinsi Sumatera Barat, Dr.John Kenedy Aziz,SH.MH secara resmi meresmikan Jembatan Kampung Tanjung yang terletak di Korong Kampung Tanjung, Nagari Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gasan, pada Jumat (10/4/2026).

Peresmian 6 jembatan menjadi momen penting bagi masyarakat setempat setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses akibat rusaknya jembatan lama.

Pada peresmian tersebut, nampak sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas PUPR Padang Pariaman El Abdes Marsyam, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Dukcapil, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), anggota DPRD, para kepala bidang, camat, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Menurut keterangan Bupati JKA bahwa Jembatan yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp1,1 miliar dari APBD Kabupaten Padang Pariaman ini memiliki panjang 12 meter. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengembalikan kelancaran mobilitas masyarakat yang selama ini terganggu.

Bupati John Kenedy Aziz pun menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk tetap menghadirkan pembangunan meskipun di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami efisiensi.

“Dengan adanya jembatan baru ini, kita berharap akses masyarakat kembali lancar, aktivitas ekonomi meningkat, dan konektivitas antar wilayah semakin baik,” terang Bupati.

JKA menambahkan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman masih menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi dan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD). Hal tersebut menyebabkan masih banyak infrastruktur rusak yang belum dapat diperbaiki secara menyeluruh.

Meski demikian, berkat upaya dan kerja keras pemerintah daerah, sejumlah pembangunan tetap dapat direalisasikan. Selain Jembatan Kampung Tanjung, pemerintah juga berhasil membangun lima jembatan lainnya, yaitu Jembatan Padang Maduang di Aur Malintang, jembatan plat Sungai Pingai, Jembatan Kampung Tangah di Lubuk Alung, serta jembatan gantung Kampung Dama di VII Koto Sungai Sariak.

Untuk diketahui, sejumlah jembatan tersebut mengalami kerusakan akibat bencana yang terjadi sekitar lima hingga enam tahun lalu. Selama itu pula, masyarakat terpaksa menggunakan jembatan darurat dengan kondisi terbatas.

“Walaupun dalam kondisi efisiensi, Pemkab Padang Pariaman masih bisa membangun enam jembatan dan lima ruas jalan untuk masyarakat,” jelas Bupati.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 ini pemerintah daerah tetap mengalokasikan anggaran sekitar Rp90 miliar dari APBD untuk pembangunan infrastruktur yang tersebar di 17 kecamatan. Program tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pengaspalan jalan, pembangunan jembatan, hingga pengembangan jaringan irigasi.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan doa dan dukungan agar seluruh program pembangunan dapat berjalan dengan baik.

“Dengan dukungan masyarakat, kita optimistis pembangunan ini akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat ke depan,” tambahnya.

Ditempat peresmian jembatan tersebut, Kepala Dinas PUPR Padang Pariaman, El Abdes Marsyam, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya merealisasikan janji-janji pembangunan yang telah disampaikan oleh Bupati.

“Apa yang menjadi komitmen Bupati kita usahakan untuk diwujudkan, termasuk pembangunan sejumlah jembatan yang hari ini diresmikan,” ujarnya.

Kembali ia menjelaskan bahwa seluruh pembangunan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang dihimpun dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tengah kebijakan efisiensi anggaran, dengan total dana terkumpul mencapai Rp20 miliar.

Di sisi lain, tokoh masyarakat Kampung Tanjung, Hasan Basri, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman atas pembangunan jembatan permanen tersebut.

Menurutnya, jembatan ini memiliki peran vital sebagai penghubung antar korong dan nagari. Sejak rusak akibat bencana sekitar enam tahun lalu, masyarakat harus bergantung pada jembatan darurat yang sering mengalami kerusakan.

“Sudah tiga kali kami mengganti jembatan darurat, namun tidak ada yang bertahan lama. Alhamdulillah sekarang sudah ada jembatan permanen,” ungkapnya.

Ia berharap dengan hadirnya jembatan baru ini, aktivitas masyarakat kembali normal, distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar, dan perekonomian masyarakat setempat semakin berkembang.

Peresmian Jembatan Kampung Tanjung ini menjadi simbol nyata bahwa di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah tetap berkomitmen menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. ( KLeo).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *