Bupati Humbang Hasundutan Hadiri Rakor Bidang Pangan Provinsi Sumut di Medan
Humbang Hasundutan, Rabu 22 Januari 2025
Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor, SE, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pangan Provinsi Sumatera Utara yang berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Jalan Sudirman Nomor 41. Acara ini menjadi momentum penting dalam membahas strategi penguatan sektor pangan di wilayah Sumut. (22/01/2025)
Kendala Pertanian di Sumut dan Solusi Kolaboratif
Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Sumatera Utara, Agus Fatoni, menyampaikan keyakinannya bahwa sektor pertanian Sumut dapat lebih maksimal jika berbagai kendala yang ada saat ini segera teratasi. Fatoni menyoroti beberapa hambatan utama, seperti distribusi pupuk, kekurangan tenaga penyuluh pertanian, serta kebutuhan perbaikan sistem irigasi.
“Distribusi pupuk menjadi kendala karena beberapa alasan, seperti keterbatasan keuangan petani, ketidaktepatan waktu distribusi, kesulitan dalam sistem digital, serta permasalahan administrasi,” ungkap Fatoni. Selain itu, Sumut masih kekurangan 3.142 tenaga penyuluh pertanian, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.
Terkait irigasi, Fatoni mengungkapkan bahwa Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI) masih membutuhkan perbaikan signifikan. “Penyelesaian kendala-kendala ini memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, hingga perangkat desa,” tambahnya.
Target Pertanian Sumut 2025
Sumut menargetkan luas tanam padi sebesar 1.465.944 hektare pada tahun 2025, yang terdiri atas tanaman reguler seluas 814.638 hektare serta lahan kering dan oplah seluas 651.306 hektare. Selain itu, kebutuhan benih unggul bersertifikat menjadi prioritas utama. Sumut membutuhkan 20.365,9 ton benih untuk tanaman reguler dan 16.282,6 ton untuk lahan kering dan oplah.
Fatoni mengungkapkan rasa syukur atas surplus hasil pertanian Sumut, seperti padi, jagung, bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit. Namun, ia menekankan pentingnya serapan hasil tani agar tidak merugikan petani.
Komitmen Penyelesaian Permasalahan
Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan bahwa permasalahan irigasi akan selesai sepenuhnya pada tahun depan, dengan beberapa revitalisasi selesai pada Oktober tahun ini. Ia juga menegaskan bahwa distribusi pupuk telah diperbaiki dengan memangkas rantai distribusi langsung ke petani atau pengecer.
“Tahun ini, beberapa permasalahan irigasi akan selesai pada September dan Oktober. Sementara itu, distribusi pupuk dan ketersediaan benih akan segera kami tangani,” ujar Zulkifli.
Kehadiran Para Tokoh Penting
Rakor ini turut dihadiri oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wamendagri Bima Arya, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, serta pejabat kementerian terkait. Hadir pula Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, Pangdam I/BB Mayjen TNI Rio Ferdianto, Pj. Sekda Pemprov Sumut M. Armand Effendy Pohan, seluruh kepala daerah se-Sumut, serta unsur Forkopimda lainnya.
Dengan kehadiran para tokoh penting di bidang pangan, Rakor ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret untuk meningkatkan sektor pertanian di Sumatera Utara, termasuk Humbang Hasundutan.
Diterbitkan oleh: Media Putra Bhayangkara
Penulis: Frish H. Silaban
