September 27, 2026

Bupati Humbahas Buka Sosialisasi Penerapan 5 Hari Sekolah: Pendidikan Karakter Jadi Fokus Utama

 

Humbang Hasundutan, Rabu 09 Juli 2025

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan resmi menggelar Sosialisasi Penerapan 5 (Lima) Hari Sekolah sebagai bagian dari strategi penguatan pendidikan karakter dan peningkatan mutu layanan pendidikan di daerah. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (9/7) di Aula Huta Mas, Doloksanggul, dan dibuka langsung oleh Bupati Humbang Hasundutan, didampingi Sekretaris Daerah.

Sosialisasi ini menandai kesiapan Kabupaten Humbahas dalam mengimplementasikan kebijakan nasional yang mulai diterapkan serentak pada Tahun Pelajaran 2025/2026, dengan hari pertama sekolah jatuh pada 14 Juli 2025.

Dalam sambutannya, Bupati Humbahas menekankan bahwa kebijakan lima hari sekolah tidak sekadar merampingkan hari belajar, tetapi merupakan bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda secara sistematis, terencana, dan berkelanjutan.

> “Sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu, tapi juga wadah pembentukan karakter. Dengan sistem lima hari sekolah, anak-anak kita akan memiliki ruang yang lebih luas untuk tumbuh dalam kegiatan positif, baik akademik maupun sosial,” tegas Bupati dalam arahannya.

Peserta Lintas Sektor Dilibatkan

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari berbagai unsur, mulai dari DPRD, para Staf Ahli dan Asisten Setdakab, seluruh Kepala OPD, para Camat, Kepala Sekolah jenjang SD dan SMP negeri maupun swasta, Kepala Desa/Lurah, Komite Sekolah, tokoh masyarakat, hingga pimpinan yayasan pendidikan.

Kehadiran mereka mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan kebijakan ini berjalan tidak hanya di ruang kelas, tapi juga mendapat dukungan lintas sektor dan sosial kultural masyarakat Humbahas.

Kebijakan Pendidikan yang Progresif

Dinas Pendidikan menyebutkan bahwa lima hari sekolah akan memberikan waktu belajar lebih intensif pada hari Senin hingga Jumat, dan hari Sabtu akan difungsikan sebagai waktu bagi siswa untuk mengembangkan diri di luar sekolah serta menjalin kebersamaan dengan keluarga dan komunitas.

Model ini juga memberi ruang bagi pelaksanaan program-program kokurikuler dan ekstrakurikuler yang selama ini terbatas karena beban jadwal pelajaran.

“Ini bagian dari arah Kurikulum Merdeka, di mana peserta didik diberikan kesempatan untuk belajar lebih mandiri, kreatif, dan berkarakter,” ujar salah satu pejabat Disdik dalam wawancara singkat.

Persiapan dan Tantangan

Meski kebijakan ini disambut positif, sejumlah pihak masih mencatat tantangan yang harus diantisipasi, terutama soal kesiapan infrastruktur, penyesuaian jadwal guru, serta pemahaman orang tua dan masyarakat di wilayah pedesaan.

Dinas Pendidikan bersama perangkat daerah terkait diminta segera menyiapkan petunjuk teknis, mekanisme pengawasan, serta kanal pengaduan dan evaluasi agar kebijakan ini berjalan optimal sejak awal tahun ajaran.

Reporter: Frish. H. Silaban
Editor: Media Putra Bhayangkara (MPB)
Tanggal Publikasi: 09 Juli 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *