Bupati dan Wakil Bupati Tolikara Bersama Forkopimda Tinjau Pengungsi di Mapolres, Pastikan Penanganan dan Perlindungan Berjalan Baik
Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan, MPB — Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap masyarakat yang terdampak konflik sosial, Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., bersama Wakil Bupati Tolikara Yotam Wonda, S.H., M.Si., didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tolikara, melaksanakan peninjauan langsung terhadap warga yang mengungsi di Mapolres Tolikara, Jumat 30 Oktober 026 malam. Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 18.30 hingga 20.10 WIT tersebut turut dihadiri Kapolres Tolikara KOMPOL Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., Dandim 1716/Tolikara LETKOL INF. Derek S. Rumbino, Sekda Kabupaten Tolikara Yosua Noak Douw, S.Sos., M.Si., MA, Asisten I Setda Kabupaten Tolikara Samuel Kogoya, serta Wakapolres Tolikara AKP Budiharjo Kadir dan sejumlah pejabat terkait.
Setibanya di Mapolres Tolikara, Bupati dan Wakil Bupati bersama Forkopimda langsung melakukan peninjauan ke sejumlah titik yang digunakan sebagai tempat penampungan sementara para pengungsi.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat secara langsung kondisi warga yang saat ini menempati berbagai fasilitas di lingkungan Mapolres Tolikara, mulai dari halaman, lobby, aula, barak personel, hingga sejumlah ruangan kerja dan pelayanan kepolisian yang untuk sementara dimanfaatkan sebagai tempat perlindungan bagi masyarakat.
Adapun titik penampungan meliputi ruang Bag SDM, Humas, Bag Ren, Bhayangkari, SPKT, Sat Samapta, Binmas, Propam, Logistik, serta beberapa fasilitas lainnya, termasuk ruang tahanan yang tercatat dalam lokasi penempatan pengungsi.
Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah daerah bersama Forkopimda merupakan bentuk perhatian dan tanggung jawab terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat konflik sosial.
Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait perlu terus membangun komunikasi, memperkuat koordinasi, serta memastikan warga yang mengungsi mendapatkan perhatian dan perlindungan selama berada di tempat penampungan sementara.
Sementara itu, Wakil Bupati Tolikara Yotam Wonda, S.H., M.Si., menekankan pentingnya pendekatan kemanusiaan dalam menangani situasi pascakonflik. Ia berharap masyarakat yang berada di pengungsian tetap mendapatkan perhatian, pendampingan, serta dukungan dari seluruh pihak.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersamaan, menahan diri, dan memberikan ruang bagi proses pemulihan hubungan sosial agar kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik.
Kapolres Tolikara KOMPOL Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Polres Tolikara berupaya memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan tempat aman sementara waktu.
Menurut Kapolres, pemanfaatan sejumlah fasilitas di lingkungan Mapolres sebagai tempat penampungan merupakan bagian dari upaya kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak situasi konflik.
“Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman kepada masyarakat. Kami berharap seluruh warga yang berada di pengungsian dapat tetap tenang, menjaga kesehatan, serta bersama-sama mendukung upaya pemulihan situasi di Kabupaten Tolikara,” ungkap Kapolres.
Senada dengan hal tersebut, Dandim 1716/Tolikara LETKOL INF. Derek S. Rumbino menegaskan pentingnya sinergitas TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan serta menciptakan suasana yang kondusif.
Menurutnya, koordinasi dan kebersamaan seluruh unsur menjadi bagian penting dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus mendukung terciptanya perdamaian di Kabupaten Tolikara.
Peninjauan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perhatian pemerintah daerah bersama Forkopimda terhadap kondisi masyarakat terdampak konflik sosial. Selain Mapolres Tolikara, peninjauan juga dilaksanakan di Mako Kodim 1716/Tolikara, Gedung Gereja Ebenhaezer dan Masjid Baitul Muttaqin.
Melalui kegiatan ini, diharapkan penanganan masyarakat terdampak dapat terus dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
Polres Tolikara bersama TNI dan Pemerintah Kabupaten Tolikara juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persaudaraan, tidak mudah terprovokasi, serta mengutamakan dialog dan penyelesaian secara damai demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif.
Karena di tengah situasi sulit, kepedulian, persaudaraan, dan kehadiran seluruh unsur pemerintah menjadi kekuatan penting untuk memulihkan harapan masyarakat Tolikara.
Humas Polres Tolikara
*Polisi Bersama Masyarakat*
Penulis: Adiyat
