November 5, 2026

Bunda Literasi Toba Ajak Generasi Muda Terus Berkarya dan Kampanyekan Budaya Literasi

IMG-20261008-WA0038

TOBA – Kamis ,08/10/2026.

Putrabhayangkara.id

Bunda Literasi Kabupaten Toba, Ny. Astita Effendi Sintong P. Napitupulu, mendorong generasi muda dan para pegiat literasi untuk terus berkarya serta mengambil peran aktif dalam mengampanyekan budaya membaca dan literasi di tengah masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Astita saat menghadiri pengumuman pemenang dan 10 karya terbaik Lomba Video Konten Literasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba, Kamis (8/10/2026), di Gedung Sentra Pemuda Soposurung, Balige.

Astita mengapresiasi kreativitas para peserta yang mengemas pesan literasi melalui beragam ide dan konsep.

“Videonya bagus-bagus, idenya beragam. Yang paling penting, semua membawa pesan pentingnya membaca,” ujar Astita.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, termasuk mereka yang belum berhasil meraih juara. Menurutnya, keberhasilan dalam membangun budaya literasi tidak semata-mata ditentukan oleh hasil perlombaan, tetapi juga keberanian untuk terus berkarya dan menyampaikan pesan positif kepada masyarakat.

“Berikutnya terus berkarya dan ambil bagian dalam budaya literasi di Toba,” pesannya.

Literasi Harus Hadir di Tengah Perkembangan Digital

Astita menilai kampanye literasi tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan formal. Kreativitas dan perkembangan media digital dapat menjadi sarana strategis untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya membaca kepada masyarakat secara lebih luas.

Karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menghasilkan konten yang edukatif, kreatif dan memberikan manfaat.

Astita juga berharap perpustakaan di Kabupaten Toba terus bertransformasi. Perpustakaan, katanya, jangan hanya dipahami sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi harus berkembang menjadi pusat pengetahuan, ruang diskusi serta tempat bertemunya para pecinta dan pegiat literasi.

Tema Lomba Diharapkan Semakin Luas

Lomba Video Konten Literasi mengangkat tema “Perkembangan Perpustakaan, Budaya Baca dan Literasi di Kabupaten Toba” dan diikuti sebanyak 36 peserta.

Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah dibuka oleh Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu yang diwakili Staf Ahli Bupati, Sahat Manullang.

Dalam arahan Bupati yang disampaikan Sahat Manullang, disebutkan bahwa masyarakat Batak dikenal memiliki kontribusi besar dalam bidang pendidikan dan melahirkan banyak sarjana di Indonesia. Toba juga dinilai mempunyai potensi besar untuk terus memperkuat pendidikan dan budaya literasi.

Namun, ke depan, tema lomba diharapkan dapat diperluas sehingga literasi tidak hanya dikaitkan dengan membaca dan perpustakaan, tetapi juga menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat.

“Saya harap berikutnya tema yang kita angkat fokus pada literasi dengan cakupan yang lebih luas. Baik dari sisi ekonomi, pariwisata, pendidikan dan pertanian,” kata Sahat.

Bukan Sekadar Mengejar Rating

Sahat juga mengingatkan peserta agar produksi konten tidak semata-mata berorientasi pada jumlah penonton, tayangan atau rating.

Menurutnya, perkembangan media digital harus dimanfaatkan untuk menyebarluaskan informasi yang memberikan edukasi dan dampak positif bagi masyarakat.

“Saat ini konten yang negatif selalu banyak ditonton. Tetapi kepada para peserta kami nyatakan bahwa konten yang kalian produksi bukan sekadar mencari rating, tetapi harus menjadi berkat bagi para pembaca dan penonton,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi dorongan agar para kreator muda di Toba mampu menghadirkan konten yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan manfaat sosial.

Cinta Agnesia Napitupulu Raih Juara Pertama

Dalam penilaian dewan juri, tiga peserta ditetapkan sebagai juara. Masing-masing memperoleh uang pembinaan, medali dan piagam penghargaan.

Juara pertama diraih Cinta Agnesia Napitupulu melalui karya berjudul “Turiturian Nasora Sirang”.

Juara kedua diraih Billi Hosea Sembiring dengan karya “Dari Membaca Menuju Budaya”.

Sementara juara ketiga diraih Christine Maria Yolanda Lubis melalui karya “Aksara Lama, Perpustakaan Baru”.

Selain tiga juara tersebut, tujuh karya lainnya ditetapkan sebagai karya terbaik dan mendapatkan uang pembinaan serta medali.

Bunda Literasi Kabupaten Toba juga memberikan apresiasi berupa uang saku kepada peserta lainnya yang telah berpartisipasi dalam lomba.

Lomba tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi menjadi momentum untuk memperluas gerakan literasi di Kabupaten Toba. Kreativitas generasi muda diharapkan terus tumbuh sehingga budaya membaca, berpikir kritis dan menghasilkan karya positif semakin mengakar di tengah masyarakat.

Media Putra Bhayangkara

Oleh: Jonaer Silaban S.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *