September 25, 2026

BKAD Taput dan IT Del Uji Coba SIKAT-BENCANA, Perkuat Sistem Pengelolaan Dana Darurat

IMG-20260919-WA0010

TAPANULI UTARA – Sabtu 19 September 2026. Putrabhayangkara.id

Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Tapanuli Utara bersama Institut Teknologi Del (IT Del) melaksanakan uji coba prototipe Sistem Informasi Keuangan dan Tanggap Bencana (SIKAT-BENCANA), Sabtu (19/9/2026). Pengujian ini menjadi bagian dari upaya pengembangan sistem digital untuk mendukung pengelolaan Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam penanganan bencana di Kabupaten Tapanuli Utara.

Uji coba tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari proyek perubahan bertajuk “Transformasi Tata Kelola Belanja Tidak Terduga (BTT) melalui SIKAT-BENCANA untuk Percepatan Penanganan Bencana di Kabupaten Tapanuli Utara.”

Pengembangan sistem ini diarahkan untuk mengintegrasikan tahapan pengelolaan BTT ke dalam satu platform informasi, mulai dari pelaporan kejadian bencana hingga proses pelaporan dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran.

Melalui sistem yang tengah dikembangkan tersebut, proses administrasi dan pengelolaan kebutuhan penanganan bencana diharapkan dapat berlangsung lebih terstruktur, sehingga mendukung koordinasi antarunit terkait ketika terjadi keadaan darurat.

Uji Alur Pengelolaan BTT Secara Terintegrasi

Dalam kegiatan tersebut, BKAD Taput bersama tim IT Del melakukan simulasi terhadap sejumlah tahapan utama yang dirancang dalam prototipe SIKAT-BENCANA.

Pengujian difokuskan pada alur bisnis pengelolaan BTT, yang mencakup pelaporan kejadian, verifikasi dan asesmen, pengusulan kebutuhan, persetujuan, pencairan anggaran, monitoring, hingga pelaporan dan pertanggungjawaban.

Setiap tahapan disimulasikan untuk memastikan kesesuaian antara proses bisnis yang dirancang dengan fitur-fitur yang telah dibangun dalam prototipe.

Pengujian ini juga menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk mengidentifikasi bagian sistem yang masih memerlukan penyesuaian, baik dari sisi alur kerja maupun fungsi yang mendukung proses administrasi pengelolaan anggaran.

Masukan yang dihimpun selama simulasi akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan prototipe sebelum pengembangan lebih lanjut.

Dengan demikian, sistem yang dibangun tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan operasional pengelolaan BTT di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.

Dorong Kecepatan dan Ketepatan Penanganan Bencana

Kepala BKAD Kabupaten Tapanuli Utara, Josua J.E. Hutabarat, ST, ME, yang bertindak sebagai Project Leader SIKAT-BENCANA, menyampaikan bahwa uji coba prototipe merupakan langkah penting untuk memastikan sistem yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengelolaan BTT dan penanganan bencana.

Menurutnya, kesesuaian antara rancangan sistem dan proses bisnis menjadi salah satu aspek yang perlu dipastikan sebelum sistem dikembangkan lebih lanjut.

Pengujian secara langsung memungkinkan tim pengembang dan pengguna untuk menilai bagaimana setiap tahapan pengelolaan anggaran dapat berjalan dalam satu sistem yang terintegrasi.

Melalui pendekatan tersebut, berbagai masukan teknis maupun operasional dapat dihimpun sejak tahap prototipe, sehingga penyempurnaan sistem dapat dilakukan berdasarkan hasil simulasi dan kebutuhan pengguna.

Pengelolaan BTT sendiri merupakan bagian penting dalam mendukung pembiayaan kebutuhan mendesak yang timbul akibat keadaan darurat, termasuk penanganan bencana sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, sistem informasi yang mendukung proses pengelolaan BTT perlu memperhatikan ketepatan data, kejelasan alur administrasi, koordinasi antarunit, serta dokumentasi setiap tahapan penggunaan anggaran.

Transparansi dan Akuntabilitas Jadi Perhatian

Integrasi tahapan pelaporan, verifikasi, persetujuan, pencairan, monitoring, hingga pertanggungjawaban dalam SIKAT-BENCANA dirancang untuk mendukung pengelolaan informasi yang lebih tertata.

Apabila dikembangkan dan diterapkan sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku, sistem ini berpotensi membantu proses penelusuran informasi dan dokumentasi administrasi pengelolaan BTT.

Namun, efektivitas penerapannya tetap bergantung pada penyempurnaan sistem, kesiapan pengguna, kualitas data, serta kesesuaian prosedur operasional dengan regulasi pengelolaan keuangan daerah.

Uji coba prototipe pada 19 September 2026 ini menjadi salah satu tahapan dalam proses pengembangan SIKAT-BENCANA. Hasil simulasi dan masukan dari tim terkait akan menjadi dasar untuk perbaikan sistem sebelum memasuki tahapan pengembangan berikutnya.

Kolaborasi BKAD Taput dan IT Del tersebut mencerminkan upaya menghubungkan kebutuhan tata kelola keuangan daerah dengan pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung penanganan bencana.

Melalui pengembangan SIKAT-BENCANA, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menargetkan tersedianya dukungan sistem informasi yang dapat membantu proses pengelolaan BTT secara lebih terintegrasi, sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang berbasis data.

Semangat pengembangan sistem ini dirangkum dalam pesan: “Data Terintegrasi, Keputusan Cepat, Penanganan Tepat.”

SIKAT-BENCANA diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan tata kelola keuangan daerah yang responsif terhadap kebutuhan penanganan bencana, dengan tetap mengedepankan ketertiban administrasi, transparansi, dan akuntabilitas penggunaan anggaran.

Frish. H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *