September 27, 2026

BI bersama TPIP dan TPID se-Sumatera komitmen menjaga inflasi di Wilayah Sumatera

Medan, Putrabhayangkara
Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sumatera berkomitmen dalam menjaga inflasi di Wilayah Sumatera.
Komitmen tersebut di wujudkan dalam Rapat Koordinasi TPIP – TPID yang di rangkaikan dengan peluncuran simbolis Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) se-Sumatera tahun 2025, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara.
Ada pun tema yang di ambil adalah “Sinergi dan Inovasi dalam Mendorong Peningkatan Produksi dan Efisiensi Rantai Pasok Distribusi Pangan Guna Mendukung Swasembada Pangan dan Pertumbuhan Inklusif”, di Sumatera.
Rakor TPIP-TPID se-Sumatera tahun 2025 di hadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Kementerian Koordinator Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Badan Gizi Nasiona (BGN), Badan Urusan Logistik (Bulog), perwakilan Bank Indonesia serta TPID di wilayah Sumatera.
Penguatan program GNPIP wilayah Sumatera tahun 2025 menjadi komitmen bersama dalam memperkuat upaya stabilisasi harga pangan serta pengendalian inflasi berlandaskan kerangka 4K (Keterjangkauan Harga, Kesediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif), yang akan mendukung swasembada pangan dan pertumbuhan inklusif di Sumatera.
Upaya untuk penguatan program GNPIP 2025 ini di fokuskan pada 5 (lima) hal yaitu, 1) penguatan produktivitas pertanian secara end-to-end, 2) penguatan pasokan dan efisiensi rantai pasok melalui Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk kelancaran distribusi pangan, 3) optimalisasi KAD dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), 4) dukungan fiskal baik pusat maupun daerah dalam meningkatkan ketahanan pangan, serta 5) digitalisasi pembayaran pada kegiatan operasi pasar.
Deputi Kementerian Koordinator Perekonomian, Ferry Irawan, mengatakan bahwa, pentingnya koordinasi di tingkat TPID dalam rangka merespon ketidakpastian global khususnya pasca penetapan tarif resiprokal Amerika Serikat.
Berbagai upaya tersebut di dorong untuk memastikan pertumbuhan ekonomi nasional tetap kuat dengan inflasi yang tetap terjaga di kisaran 2,5% ± 1% (yoy). Terkait hal tersebut.
Direktur Jenderal Kemendagri, Restuardy Daud, mengatakan bahwa, pentingnya identifikasi potensi dampak di sisi pasokan akibat kebijakan tarif, sehingga antisipasi dapat di lakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi
Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, Jumat (25/04/2025) mengatakan bahwa, pemerintah terus berkomitmen untuk mengambil peran aktif dalam pengendalian inflasi serta berupaya dengan optimal untuk menjamin keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan terus menjalin komunikasi yang efektif dengan seluruh masyarakat khususnya di Sumatera Utara.
Selanjutnya, Direktur Eksekutif Departemen Regional Bank Indonesia, M. Firdauz Muttaqin, menyampaikan bahwa, sangat pentingnya menjaga pasokan yang dapat di perkuat melalui kerjasama antar daerah.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, Rudy B. Hutabarat, mengatakan bahwa, sangat perlunya upaya mendorong implementasi secara lebih luas melalui penggunaan Best Agricultural Practices (BAP) pada klaster pertanian untuk meningkatkan ketersediaan pasokan guna menjaga ketahanan pangan serta mengoptimalkan peran teknologi dan sarana distribusi pangan dalam memperkuat implementasi KAD.
Kegiatan rakor TPIP-TPID di akhiri dengan acara simbolis pencanangan komitmen sejumlah program GNPIP di wilayah Sumatera.
Acara simbolis tersebut menunjukkan kuatnya komitmen dan sinergi dari seluruh TPID di Wilayah Sumatera dalam program strategis pengendalian inflasi 2025 di wilayah Sumatera.
(Alexander/Medan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *