Berangkat Umrah Berujung Penipuan, Ratusan Calon Jamaah Asal Pontianak Terlantar Setelah Bayar Puluhan Juta
Pontianak — Harapan ratusan warga Pontianak dan sekitarnya untuk menunaikan ibadah umrah berubah menjadi mimpi buruk. Mereka diduga menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh Koperasi Jasa Berkah Bersama Arafah, setelah menyetor biaya keberangkatan antara Rp35 juta hingga Rp38 juta per orang, namun tak kunjung diberangkatkan ke Tanah Suci.sabtu,(1/11)
Salah satu korban menceritakan, pihak koperasi gencar menawarkan paket umrah dengan iming-iming “biaya terjangkau dan keberangkatan pasti”. Setelah terkumpul ratusan jamaah, pihak koperasi menginstruksikan keberangkatan tahap awal dari Pontianak menuju Surabaya pada akhir Oktober lalu.
Pada 27 Oktober pagi, rombongan jamaah dari Terentang, Kabupaten Kubu Raya, dikumpulkan di Dermaga Sungai Durian. Mereka dijemput oleh dua petugas koperasi bernama Safari dan Ida, kemudian diinapkan di penginapan terdekat. Keesokan harinya, 28 Oktober pukul 05.30 WIB, jamaah diterbangkan menuju Surabaya dengan janji akan langsung melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
Namun sesampainya di Surabaya, janji itu berubah menjadi kekecewaan. Tak ada pesawat lanjutan, tak ada jadwal keberangkatan, bahkan tak ada kepastian.
> “Kami dibawa ke penginapan tanpa penjelasan apa pun. Hari berganti hari, tapi kami tak pernah diberi kepastian,” ujar salah satu calon jamaah dengan nada getir.
Kebingungan para jamaah memuncak ketika pada Kamis pagi, seorang petugas koperasi bernama Iqbal datang dan menyampaikan bahwa pihak travel yang bekerja sama dengan koperasi menolak bertanggung jawab. Padahal, sejak awal, nama travel yang disebut-sebut itu tidak pernah dijelaskan secara terbuka kepada para jamaah.
Kecurigaan pun muncul. Salah satu korban meminta anaknya di Jakarta menelusuri informasi tersebut. Hasilnya mengejutkan — travel yang disebut pihak koperasi membantah memiliki kerja sama apa pun dengan Koperasi Jasa Berkah Bersama Arafah.
> “Koperasi belum melunasi pembayaran, jadi kami tidak bisa memproses keberangkatan jamaah,” tegas perwakilan travel saat dikonfirmasi.
Lebih ironis lagi, ketika travel mencoba meminta klarifikasi ke pihak koperasi, mereka justru mendapat alasan tak masuk akal: jamaah disebut ‘memaksa berangkat’.
Setelah menunggu tanpa kepastian di Surabaya selama beberapa hari, para jamaah akhirnya kehabisan uang dan terpaksa pulang ke Pontianak dengan biaya sendiri. Tidak ada pendampingan, tidak ada tanggung jawab, dan tidak ada itikad baik dari pihak koperasi.
Hingga berita ini diterbitkan, Koperasi Jasa Berkah Bersama Arafah belum memberikan klarifikasi resmi. Nomor kontak pihak koperasi yang sebelumnya aktif kini tak dapat dihubungi.
Kasus ini menambah panjang daftar penipuan berkedok perjalanan umrah di Indonesia. Para korban berharap pihak kepolisian segera turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan penipuan ini dan memulihkan hak jamaah yang telah dirugikan ratusan juta rupiah secara total.(Tim)
