September 27, 2026

Banjir Besar Lumpuhkan Kecamatan Tanah Luas, Akses Menuju Pusat Pemerintahan kantor bupati Aceh Utara Terputus, Ribuan Warga Terisolasi

Tanah Luas, Aceh Utara —Putrabayangkara id. Banjir besar yang melanda Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, pada Rabu (26/11/2025) semakin mengkhawatirkan. Hingga malam hari, hujan belum juga berhenti, membuat debit air terus naik dan merendam jalan-jalan utama.

Kondisi diperparah dengan dengan meluap kreung Keureutoe, sehingga arus banjir menuju wilayah hilir, termasuk Tanah Luas, meningkat tajam.

Ribuan warga kini terisolasi, akses ke pusat pemerintahan lumpuh, jaringan internet melemah dan terputus, dan sejumlah desa kesulitan mendapatkan bantuan darurat.

Pantauan wartawan di lapangan menunjukkan banjir paling parah hampir di semua Gampong yang ada di Tanah luas.

berada di jalur Simpang Rangkaya menuju Ujong Baroh. Air setinggi dada orang dewasa membuat jalan ini tidak lagi bisa digunakan.

Warga dari Gampong Bayi, Ujong Baro, Meunasah Tereng, hingga Matang Baloy tidak dapat pulang.

Kedai Blang jreun pedagang ikan tidak bisa pulang kerumahnya setelah berjualan.

Sebagian yang sudah berada di luar kampung terpaksa bertahan di rumah kerabat karena jalur sepenuhnya terputus.

Upaya menyeberang menggunakan perahu rakitan sangat berisiko karena arus deras terus bertambah akibat hujan yang menguyur hampir 6 hari enam malam

Kondisi serupa terjadi di Gampong Rayeuk Kuta, Blang bidok, punti PA, Teugoh PA, Rawa, Supeng, Rayeuk Naleung Matang Ben, Cubrek, Pulo Blang, Hueng, Gampong Pulo U, Paya berandang, Ujong Baroh B, Jumpa, Pante, serbajaman Baroh, Gampong Blang Jreun, Tgk Di Bale, ujung Baroh SB, Rayeuk munye, paya , Rangkaya, RaTrieng, Cibrek, Tanjong mesjid, Dan beberapa Gampong lain.

Di Rayeuk kuta, Air sepaha orang dewasa membuat kendaraan mustahil melintas. Aktivitas warga terhenti total. Mereka tidak bisa membeli kebutuhan pokok, sementara jaringan internet semakin sulit diakses sejak siang dan Listrik Juga mati dari siang sampai malam, sebagian wilayah bahkan kehilangan sinyal sepenuhnya sehingga warga kesulitan menghubungi keluarga dan meminta bantuan.

Di jalur utama Simpang A1 Gampong Rangkaya menuju Matang Ben, genangan air sangat tebal dan melintas deras di badan jalan. Pada titik Matang Ben – Gampong Hueng, arus air membawa lumpur dan sampah dari arah hulu. Akses ke pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Utara di Landeng pun lumpuh sepenuhnya. Banyak sepeda motor mogok karena memaksa menembus banjir, sementara mobil pribadi memilih berhenti karena kedalaman air tak dapat diprediksi.

Banjir juga membesar di depan Kantor BPBD Kabupaten Aceh Utara, di jalur Medan–Banda Aceh. Air meluas hingga Gampong Paya Berandang, membuat jalur ini hanya bisa dilintasi kendaraan besar. Beberapa bagian bahkan tidak dapat dilewati sama sekali. Jalur ini merupakan salah satu jalur evakuasi penting bagi warga dari daerah-daerah terdampak, sehingga lumpuhnya akses semakin memperburuk situasi.

Situasi genting dialami warga Gampong Matang Cubrek. Banyak warga yang keluar kampung sejak pagi kini terjebak di luar dan tidak bisa kembali. Air naik cepat dan menutup seluruh jalan masuk. Motor-motor yang diparkir di pinggir jalan tidak dapat dikeluarkan karena terendam. “Air cepat sekali naiknya. Baru beberapa jam saja sudah setinggi paha. Jalan tak bisa dilewati, motor kami tenggelam setengah,” ujar seorang warga yang terjebak.

Pembukaan pintu air Waduk Keureutoe menambah tekanan banjir ke wilayah hilir. Warga yang berada di sepanjang aliran sungai kecil dan parit-parit desa melaporkan kenaikan debit air yang tiba-tiba. Sejumlah rumah di dataran rendah mulai terendam hingga bagian ruang tamu, sementara warga panik menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Informasi resmi terkait alasan teknis pembukaan pintu waduk belum diterima warga secara jelas.

Hujan deras yang tidak berhenti sejak pagi dan penambahan debit air dari waduk membuat banjir di Tanah Luas sulit diprediksi. Banyak warga mulai kehabisan stok makanan dan air bersih. Listrik di beberapa titik padam. Sementara akses jalan semuanya terputus, jaringan internet terganggu, dan komunikasi darurat terhambat.

Hingga sore hari, belum ada data resmi jumlah pengungsi. Namun laporan warga menunjukkan puluhan motor mogok, ratusan rumah terendam, fasilitas umum lumpuh, dan ribuan warga sangat membutuhkan evakuasi jika hujan terus berlanjut.

Warga berharap pemerintah daerah segera mempercepat upaya penyelamatan, menurunkan perahu karet, membuka jalur evakuasi, menyalurkan bantuan pangan, serta memberikan penjelasan terkait pembukaan pintu air Waduk Keureutoe yang memperburuk kondisi banjir di hilir. Situasi ini menjadi peringatan keras akan pentingnya koordinasi dan sistem peringatan dini yang lebih baik di daerah rawan banjir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *