September 27, 2026

Banjar dan Ciamis Ikuti Program Peningkatan SDM SPSI di Purwakarta

 

Banjar, putrabhayangkara.id —
Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) buruh kembali diperkuat oleh pimpinan daerah FSP KEP SPSI Jawa Barat melalui program kuliah umum CAKEP (Cetak Kader Profesional KEP SPSI). Kegiatan tersebut digelar di Purwakarta pada hari kemarin, kamis (13/09) .

Program ini diikuti oleh perwakilan SP KEP SPSI se-Jawa Barat, termasuk delegasi dari PC Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis yang membawa tiga pimpinan PUK. Pihak penyelenggara menyebut bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan buruh menghadapi tantangan ketenagakerjaan di masa depan.

Menurut panitia, kepada Awak media putra Bhayangkara program CAKEP dirancang sebagai jembatan antara kebutuhan industri dan peningkatan kapasitas pekerja melalui pendidikan formal. Organisasi juga memberikan subsidi biaya pendidikan agar buruh memiliki akses lebih luas untuk menempuh perkuliahan di berbagai perguruan tinggi, Jumat (14 November 2025).

Kuliah umum ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga. Kapolres Purwakarta, I Dewa Putu Gede Anom Danajaya, S.H., S.I.K., M.H., memaparkan materi mengenai dasar hukum ketenagakerjaan. Ia menegaskan bahwa perlindungan pekerja berakar pada UUD 1945 dan diperinci dalam UU No. 13 Tahun 2003, UU No. 21 Tahun 2000, serta regulasi lain yang mengatur hubungan industrial.

“Pekerja harus memahami hukum agar tidak mudah dirugikan dan mampu memperjuangkan haknya secara tepat,” ujarnya di hadapan para peserta.

Ketua Umum PP FSP KEP SPSI, R. Abdulloh, dalam penyampaiannya menekankan pentingnya sinergi antara tiga unsur hubungan industrial: pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Ia menyebut bahwa asas kekeluargaan, gotong royong, dan musyawarah mufakat dalam hubungan industrial Pancasila harus terus diperkuat demi menjaga keharmonisan di lingkungan kerja.

Sementara itu, Presiden KSPSI–ASEANTUC, Andi Gani Nena Wea, S.H., M.H., mengangkat isu global terkait perkembangan teknologi. Ia menjelaskan bahwa penggunaan robotik dan kecerdasan buatan (AI) di sektor industri merupakan tantangan yang tidak dapat dihindari. Jika kompetensi buruh tidak ditingkatkan, potensi tergesernya tenaga kerja manusia oleh mesin akan semakin besar.

“Pekerja harus naik kelas. Kalau tidak, teknologi akan mengambil alih,” tegasnya.

Andi juga menyinggung proyeksi kenaikan upah tahun 2026 yang menurutnya harus sejalan dengan peningkatan kualitas SDM.

Pada bagian lain, PD SP KEP SPSI Jawa Barat, Agus Koswara, memaparkan perkembangan kerja sama organisasi dengan berbagai perguruan tinggi. Ia menyebut bahwa pembaruan MoU dilakukan untuk memperluas akses pendidikan bagi buruh melalui model perkuliahan yang lebih fleksibel. Langkah tersebut menjadi bukti komitmen organisasi dalam membangun SDM yang berdaya saing.

“Kami tidak ingin buruh hanya menjadi pelengkap industri, tetapi menjadi pihak yang berpengetahuan,” ujarnya.

Penulis : Ruli MPB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *