September 25, 2026

Bangunan Pagar SDN Jatiragas II Yang Baru Selasai Dikerjakan, Diduga Dirobohkan kembali Oleh Kuli Bangunannya

 

Putrabhayangkara id// Karawang- Dugaan, proyek pembangunan pagar sekolah dasar negeri Jatiragas II yang baru beberapa hari selesai dikerjakan, kemudian dirobohkan kembali oleh sejumlah kuli bangunannya, menjadi sorotan publik. Peristiwa tersebut terjadi pada pelaksanaan proyek pembangunan pagar sekolah dasar negeri (SDN) Jatiragas II yang berlokasi di Desa Jatiragas Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang Provinsi Jawa barat.

Diketahui melalui papan informasi, proyek pembangunan pagar sekolah ini, dikerjakan oleh pihak penyedia jasa CV NUSANTARA RAYA, bersumber dana APBD II Kabupaten Karawang tahun 2025. Senilai Rp 141.714.000,00 (Seratus empat puluh satu juta tujuh ratus empat belas ribu rupiah) dengan masa kontrak pengerjaan selama 60 hari kalender.

Menurut seorang warga berinisial nama EM saat dikonfirmasi awak media, mengatakan, bahwa bangunan Pagar sekolah dasar ini, baru selesai dikerjakan dan berdiri beberapa hari saja, tapi entah kenapa kemudian dirobohkan kembali oleh sejumlah tukang kuli bangunannya.

“Saya tidak tau persis permasalahan-nya, kenapa tiba-tiba bangunan pagar sekolah dasar yang baru selesai dikerjakan, dan berdiri beberapa hari saja, kemudian dirobohkan kembali oleh sejumlah kuli bangunan-nya. Apa ada masalah dengan pembayaran kuli bangunan-nya ya, “Kata warga dengan nada heran.

Demi menggali informasi yang lebih jelas, Sabtu 22 November 2025. Awak media putra bhayangkara mencoba kembali mendatangi lokasi proyek, untuk menemui sang mandor yang akrab dengan sapa’an nama, Bleck. Namun sayang, semenjak adanya peristiwa itu, Mandor Bleck sulit ditemui untuk konfirmasi. Dilokasi proyek hanya ada beberapa orang pekerja baru, yang mengerjakan kembali pembangunan pagar sekolah dasar tersebut, dan ketika ditanya terkait kejadian perobohan kembali bangunan pagar yang baru selesai dikerjakan itu, mereka hanya mengatakan, “tidak tau masalahnya pak, Mandor Bleck di Karangsinom jarang kesini sekarang, “jawabnya.

ketika ditanya, siapa nama pemborong dan nama konsultan pengawas dari dinas terkaitnya, mereka pun bilang, “tidak tahu.”

Hal ini, sontak membuat berbagai kalangan masyarakat bertanya-tanya. Sejumlah warga menilai hal ini terjadi, diduga akibat lemahnya pengawasan dari dinas terkait dan kurang selektifnya, Dinas terkait, dalam menunjuk sebuah Perusahaan, CV yang menjadi penyedia jasa dalam melaksanakan pekerjaan proyek tersebut.

Karena buntunya informasi sampai berita ini diterbitkan Konsultan Pengawas dari dinas terkait dan pemborong dari CV Nusantara Raya belum berhasil dikonfirmasi.
(Gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *