Anggota DPRD Agam, Syafril Dt.Rajo Api Minta Bupati Geser Kepala OPD Yang Tidak Mampu
Kab.Agam,putra bhayangkara.id.
Anggota DPRD Kabupaten Agam,Propinsi Sumatera Barat, yang terkenal vokal untuk menyuarakan kepentingan masyarakat, Syafril Dt.Rajo Api meminta dengan tegas kepada Bupati Agam, Benni Warlis untuk segera menggeser para kepala OPD yang memang tidak mampu menjalankan tugas dan fungsinya.
Syafril Dt. Rajo Api Anggota DPRD Agam, mengatakan hal itu, pada Selasa 6/5/2025 di ruang fraksi Partai Demokrat, lantai 2 gedung DPRD Agam, Padang Baru, Kecamatan Lubuk Basung. Suara keras, namun penuh makna yang memang berjuang untuk masyarakat banyak, Syafril Dt. Rajo Api sangat geram dan kecewa berat atas kinerja kepala OPD terkait yang tidak mampu mencari solusi untuk memperbaiki bangunan gedung SD 11 Sipisang, yang tertimpa pohon saat masyarakat menebang.
Menurut Anggota Dewan Syafril Dt.Rajo Api bahwa
Pohon kayu yang ditebang oleh masyarakat, dengan tujuan & niat agar tidak menimpa sekolah.
Tapi saat penebangan karena faktor angin, Pohon itu akhirnya menimpa sekolah.
Peristiwa ini, lanjut Syafril merupakan kecelakaan, karena ini kecelakaan harusnya SD Negeri 11 Sipisang bisa didanai dengan anggaran BPBD Kabupaten Agam, tapi karena kurangnya pemahaman TAPD Kabupaten Agam, sekolah ini tidak dikerjakan oleh BPBD Kabupaten Agam.Dan hingga kini
sudah memasuki tahun ke dua belum juga mampu untuk diperbaiki.
Harusnya sejak awal SD Negeri 11 Sipisang ini bisa diperbaiki dengan 4 cara, yaitu melalui :
1. BPBD Kabupaten Agam
2. Pergeseran Anggaran tahun 2024
3. Pemakaian dana cadangan OPD terkait
4. Melalui Anggaran Perubahan.
Jadi kita tidak habis fikir dengan cara kerja TAPD Kabupaten Agam.
Menyangkut dana Pokok Pikiran Rakyat ( Pokir ), Anggota DPRD ini, mengaku sangat kecewa dengan pihak OPD, karena banyak pekerjaan yang sudah diprogram tidak bisa dilaksanakan, dengan alasan dana tidak ada. Padahal dana Pokir itu sudah melalui berbagai tahapan dan sidang paripurna juga telah di Perdakan yang telah mempunyai kekuatan hukum.
” Ya, kalau kita ingin jujur bekerja untuk kesejahteraan rakyat, semestinya, itu bisa. Kan ada dana Silpa,” ungkapnya.( Leo ).
