September 25, 2026

Aksi Pelajar SPWP di Nabire Berakhir Kondusif, Kapolres Ingatkan Bahaya Ujaran Provokatif

IMG-20260915-WA0011

 

NABIRE, Putrabhayangkara.id – Penyampaian aspirasi pelajar yang tergabung dalam organisasi SPWP di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, berlangsung aman dan kondusif. Sebanyak 467 personel gabungan TNI-Polri diterjunkan untuk mengamankan kegiatan yang berlangsung di depan halaman Kantor P dan P Provinsi Papua Tengah, Selasa (15/9/2026).

Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR mengatakan, pengamanan dilakukan sejak sekitar pukul 08.00 WIT hingga massa membubarkan diri sekitar pukul 12.30 WIT. Selama kegiatan berlangsung, komunikasi antara aparat keamanan dengan para pelajar berjalan cukup baik.

“Secara umum situasi berjalan aman dan lancar. Komunikasi antara kami dan adik-adik juga berjalan baik, mereka mau mendengarkan kami dengan baik,” kata Samuel.

Kapolres menyebut, meskipun sempat terjadi long march, situasi tetap dapat dikendalikan. Koordinator lapangan juga dinilai mampu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan aparat sehingga kegiatan berlangsung tertib dan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan.

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antara aparat keamanan dengan peserta aksi perlu terus dibangun dalam setiap kegiatan penyampaian aspirasi. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan sejak awal serta mencegah situasi berkembang menjadi chaos.

“Kita rapatkan barisan untuk tetap bersinergi menjaga keamanan, ketertiban dan kedamaian di Tanah Nabire,” ujarnya.

Selain mengapresiasi pelaksanaan aksi yang berlangsung aman, Kapolres juga memberikan perhatian terhadap munculnya ujaran-ujaran provokatif dalam setiap aksi, termasuk seruan yang berkaitan dengan pembakaran.

Ia meminta para pelajar tidak menggunakan narasi ancaman maupun ajakan melakukan pembakaran ketika menyampaikan aspirasi, terlebih apabila tuntutan yang disampaikan belum dapat dipenuhi.

“Apabila dari adik-adik ada penyampaian dan belum bisa dipenuhi, jangan lagi menyampaikan ujaran berkaitan dengan bakar-membakar, karena itu ada kaitannya nanti dengan pidana terkait pengancaman,” tegasnya.

Kapolres menilai penyampaian aspirasi merupakan bagian dari proses belajar berorganisasi. Karena itu, para pelajar diharapkan dapat menyampaikan pendapat secara tertib dan bertanggung jawab serta tetap menghormati ketentuan hukum yang berlaku.

“Kita belajar berorganisasi, kita belajar menyampaikan aspirasi dengan baik dan tertib, sehingga tidak perlu ujung-ujungnya ada pidana yang terjadi,” katanya.

Pengamanan kegiatan melibatkan personel gabungan TNI-Polri dari sejumlah satuan, termasuk Lanal Nabire, Kodim 1705, Polda Papua Tengah, Batalyon A Brimob Nabire, Satgas ODC serta unsur pengamanan lainnya.

Kapolres menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan. Ia juga mengajak seluruh unsur keamanan untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban dan kedamaian di Kabupaten Nabire.

Rangkaian penyampaian aspirasi pelajar tersebut berakhir sekitar pukul 12.30 WIT. Massa membubarkan diri dan situasi Kabupaten Nabire secara umum tetap aman, tertib dan kondusif.

MPB ABIRAYANTI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *