Ada Apa??, Pengelolaan Program Ketapang Desa Lagan Tengah Terkesan di Tutup-tupi, Sekdes Kangkangi UU KIP
Tanjabtim, (putrabhayangkara.id) – Program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang digulirkan di Desa Lagan Tengah kembali menuai sorotan. Program yang didanai dari Anggaran Dana Desa (DD) dan APBDes minimal 20% ini terkesan di tutupi dan tidak tranparan oleh pihak Pemdes Desa Lagan Tengah Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.
Pasalnya sampai saat ini pihak Pemdes selau terkean mengelak saat dikomfirmasi awak media ini. Seperti Kasi Kesra yang tidak bisa memberikan informasi, terkait berapa jumlah pengadaan bibit kopi, dan berapa item pengadaan alat tangkp ikan. Masamah selaku kasi kesra hanya memberikan informasi penerima bibit kopi 3 kelompok, 2 kelompok Nelayan untuk penerima belat (alat tangkap ikan). Ia tidak bisa memjelaskan, berapa item untuk keseluruhan yang direalisasikan, baik itu bibit kopi ataupun alat tangkap ikan. Apakah kasi kesra ini enggan memberi informasi, atau kegiatan ini ada dugaan monopoli oleh kepala Desa, karena sampai saat Kepala masih memakai senjata pamungkasnya alias blokir kontak whatsApp awak media ini, mungkin demi menghindari pertanyaan-pertanyaan wartawan, atau mungkin ada sesuatu yang disembunyikan terkait pengelolaan Anggaran ADD/DD di Desa nya.
Hampir serupa dengan Sekdes Desanya, ia juga selalu terkesan menghindar pertanyaan awak media ini, dan selalu melempar kepada pihak kecamatan dan Dinas PMD.
Berikut hasil komfirmasi via pesan singkat whatsApp dengan sekdes Desa Lagan Tengah. Rabu, (22/01/2025).
Wartawan: Izin komfirmasi, terkait program ketapang, 20% dari dana desa. Brp anggaran nya buk sekdes, utk bibit kopi dan belat/alat tangkap ikan???.
Ijah Sekdes Lg Tengah: Anggaran 20%nya 258.505.000 bang..
Wartawan: Itu utk dua item ya, kopi dan belat/penangkap ikan?
Ijah Sekdes Lg Tengah: Idak bang, ada jg bantuan benih sayuran dan saprodi pertanian, Jadi ada 3 kegiatannya bang…
– Bantuan alat tangkap ikan (2 kelompok)
– bantuan benih sayuran dan saprodi pertanian (2 kelompok)
– bantuan bibit kopi ( 3 kelompok)
Wartawan: Bibit kopi brp harga nya perbatang buk?.
Ijah Sekdes Lg Tengah: Nah bang kalau RAB nya dak berani kami bilang bang,, abang komfirm ke pak kades be ya bang,,
Wartawan: 3kelompok brp batang keseluruhannya?
Ija Sekdes Lg Tengah: Kalau nilai kegiatannya :
Jd ada 3 kegiatannya bang…
– Bantuan alat tangkap ikan (2 kelompok) 139.912.500
– bantuan benih sayuran dan saprodi pertanian (2 kelompok) 55.592.500
– bantuan bibit kopi ( 3 kelompok) 63.000.000..
Kalau utk lebih rincinya bang,, abang bisa konfirmasi ke pak kades,, atau ke yg diatas lagi bang ( kecamatan / pmd), soalnya laporan kami kesana bang..
Wartawan: Boleh ya, dialih kan ke tangkap ikan?, krn disana ada nama nya pakan ikan juga.
Ijah Sekdes Lg Tengah: Itu kan pilihan bang di bantuan perikanan..,
Wartawan: Boleh ya dialihkan ke tangkap ikan?
Ijah Sekdes Lg Tengah tidak menjawab.
Wartawan: Harga pembelian bibit kopi ini apakah termasuk rahasia negara, atau buk sekdes gak tau rincian harga pengadaannya?
Ijah Sekdes Lg Tengah: Mf bang, sementara segitu dlu ya bang yg bisa kami informasikan,, kalau ada yg lain bisa langsung konfirmasi ke kecamatan dan PMD ya bang.., terimakasih bang
Wartawan: Apa alasannya buk sekdes menutupi informasi?, uu sudah mengatur loch buk sekdes, uu kip, keterbukaan informasi publik.
Sekdes ini pun tak menjawab lagi pertanyaan awak media ini, kebingungan, ataukah kwatir publik tau terkait pengelolaan Dana Desa nya.
Sementara itu Camat Geragai, Iduar Aidi saat dikomfirmasi terkait hasil monev kemarin (Selasa 21/01/2025).di Desa Lagan Tengah mengatakan Penggunaan DD tahap 2 ini tdk ada catatan secara fisik dan ukuran baik
Disinggung Soal program Ketapang Camat Geragai menyebutkan, bahwa Ketapang tahap 1 belat atau alat tangkap. Kalau bibit sayur dan bibit kopi tahap 2 sudah di serahkan jugo. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PMD belum terkomfirmasi. (Jhon.T).
