November 5, 2026

Cegah Kekerasan Pelajar, Wakapolda Papua Tengah Rangkul Tokoh Agama

Compress_20261101_185549_9434

NABIRE, Putrabhayangkara.id — Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Tengah Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas mengajak tokoh agama, orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat memperkuat peran bersama dalam mencegah perkelahian antarpelajar serta pemuda yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ajakan tersebut disampaikan Gustav saat menyampaikan pesan kamtibmas dalam kegiatan Minggu Kasih di Gereja GKI Yesus Rubasai, Kampung Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Minggu (1/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Papua Tengah, Ny. Yuhanna Gustav Urbinas. Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah bersama jemaat yang dipimpin Pdt. Ketrina Sawen dengan pembacaan firman Tuhan dari Roma 10:4-15 tentang Kebenaran karena Iman.

Dalam pesannya, Gustav menegaskan bahwa perkelahian antarpelajar bukanlah bentuk keberanian, melainkan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan pendidikan, bahkan berpotensi membawa pelakunya berhadapan dengan hukum.

“Anak-anak kita adalah generasi penerus dan masa depan Papua Tengah. Jangan sampai masa depan mereka hancur hanya karena emosi sesaat, kesalahpahaman, ataupun ajakan teman yang mengarah pada tindakan kekerasan,” tegasnya.

Menurut Gustav, pencegahan kekerasan di kalangan pelajar membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Peran orang tua dalam mengawasi anak, guru dalam membangun pendidikan karakter, serta gereja dalam memberikan pembinaan rohani dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang berkarakter dan bertanggung jawab.

Ia juga mengajak jemaat menanamkan nilai-nilai kasih Kristus, kedisiplinan, toleransi, dan sikap saling menghormati, sekaligus membiasakan penyelesaian persoalan melalui komunikasi dan musyawarah.

Kepada generasi muda, Gustav berpesan agar menjauhi tindakan provokatif, menghormati orang tua dan guru, tekun belajar, serta menjaga persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Saya mengajak generasi muda Papua Tengah agar tidak mudah terprovokasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial, yang dapat memicu perkelahian dan permusuhan. Jadilah generasi yang membawa damai, bukan menciptakan pertikaian,” pesannya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Minggu Kasih merupakan bagian dari upaya Polri mendukung program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat.

Program tersebut menjadi sarana bagi Polri untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat, menyerap aspirasi jemaat, mempererat kemitraan dengan tokoh agama, serta mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan kamtibmas.

Gustav berharap sinergi antara Polri, gereja, keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga upaya pencegahan perkelahian antarpelajar berjalan secara berkelanjutan.

“Kami mengajak para tokoh agama, orang tua, guru, pemuda-pemudi, dan seluruh jemaat untuk bersama-sama membimbing serta melindungi generasi muda dari tindakan kekerasan. Mari jadikan gereja dan keluarga sebagai tempat menanamkan nilai-nilai kasih Kristus, perdamaian, persaudaraan, dan saling menghormati,” ungkapnya.

Ia menegaskan, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui kegiatan Minggu Kasih, Polda Papua Tengah berharap tercipta lingkungan yang aman dan kondusif, sekaligus melahirkan generasi muda Papua Tengah yang berkarakter, cinta damai, dan mampu menjadi penerus pembangunan daerah.

MPB ABIRAYANTI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *