Puji Kebesaran Hati Keluarga Korban Laka Lantas Uwapa, Kapolres Nabire: Ini Berkat Kasih Tuhan
NABIRE, Putrabhayangkara.id — Mediasi kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang merenggut nyawa korban bernama Almarhum Depianus Madaya di dekat Polsek Uwapa pada Rabu (28/10/2026) lalu, resmi berujung damai. Proses penyelesaian ini digelar di Mako Polres Nabire, Sabtu (31/10/2026) sore.
Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR., yang didampingi oleh Kapolsek Uwapa, Kasat Lantas, dan Kasat Narkoba, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kelapangan dada dan kebesaran hati pihak keluarga korban serta para tokoh masyarakat yang hadir.
“Kami sangat bersyukur kepada Tuhan. Berkat kasih-Nya serta peran aktif para tokoh—baik kepala suku, perwakilan DPRK, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga keluarga langsung korban seperti Bapak Adeset Madai—proses mediasi ini berjalan sangat luar biasa dan penuh kekeluargaan,” ujar AKBP Samuel saat memberikan keterangan pers.
Dalam mediasi tersebut, disepakati empat poin penting sebagai penyelesaian akhir kasus ini:
Penerimaan secara Ikhlas: Pihak keluarga menyatakan menerima musibah laka lantas ini dengan ikhlas dan penuh kesadaran.
Tanpa Tuntutan Materi: Keluarga korban dan seluruh tokoh yang hadir bersepakat tidak meminta satu rupiah pun atau memberikan beban dalam bentuk apa pun kepada sopir yang terlibat.
Pembebasan Sopir dan Bantuan Kepulangan: Keluarga meminta agar sopir segera dibebaskan. Pihak penyidik Polres Nabire pun langsung memfasilitasi tiket kepulangan sopir ke tempat asal, mengingat kondisi istri sopir yang sedang bersiap melahirkan.
Saling Memaafkan dan Perbaikan Fasilitas: Terkait insiden pengrusakan fasilitas di Polsek Uwapa akibat luapan emosi sesaat beberapa waktu lalu, kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan. Kerusakan fasilitas maupun kendaraan yang terdampak telah diperbaiki bersama.
Selain poin-poin perdamaian tersebut, keluarga korban dan para tokoh masyarakat juga menyampaikan permohonan khusus kepada Kapolda Papua Tengah agar Kapolsek Uwapa tetap diberikan kepercayaan untuk melanjutkan tugasnya di wilayah tersebut, mengingat kedekatan emosional yang telah terjalin baik dengan masyarakat.
AKBP Samuel berharap agar peristiwa ini menjadi pelajaran bersama bagi seluruh warga Kabupaten Nabire untuk menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin dan mengutamakan dialog demi menjaga keamanan dan kedamaian ibu kota Provinsi Papua Tengah ini.
“Mari kita selesaikan persoalan dengan mencari solusi, bukan mencari siapa yang harus disalahkan, sehingga tidak memunculkan chaos atau kejadian serupa di kemudian hari,” pungkasnya.
MPB ABIRAYANTI
