November 5, 2026

Bupati Taput Dorong Kebanggaan Masyarakat terhadap Ulos sebagai Identitas Budaya Batak

IMG-20261030-WA0025

TAPANULI UTARA – Putrabhayangkara.id Jumat 30 Oktober 2026.

Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, mengajak masyarakat memperkuat kebanggaan terhadap ulos sebagai identitas dan jati diri budaya Batak. Ia menegaskan, pelestarian warisan budaya tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.

Ajakan itu disampaikan dalam rangkaian Perayaan Hari Ulos Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Tarutung, Jumat (30/10/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Parade Ulos yang dimulai dari Menara Lonceng Simpang Empat Tarutung dan berakhir di Gedung Sopo Partungkoan.

Bupati melepas langsung parade tersebut. Ia didampingi Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., Sekretaris Daerah Drs. Henry M.M. Sitompul, M.Si., serta sejumlah pimpinan perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Bupati menyebut parade tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah daerah memperkenalkan ulos kepada masyarakat luas. Menurutnya, promosi budaya perlu terus dilakukan agar ulos semakin dikenal, dihargai, dan mampu menarik minat wisatawan berkunjung ke Tapanuli Utara.

Setelah peserta tiba di Gedung Sopo Partungkoan, panitia melanjutkan kegiatan dengan kebaktian dan acara resmi. Sejumlah agenda turut memeriahkan perayaan, antara lain penayangan video ucapan Hari Ulos, peragaan busana, pertunjukan musik tradisional, serta gelar wicara mengenai kebudayaan.

Pemerintah daerah juga memberikan apresiasi kepada penenun penyandang disabilitas dan perempuan rawan sosial ekonomi (PRSE). Penghargaan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap para pelaku yang turut menjaga keberlangsungan tradisi menenun.

Bupati menilai para penenun memiliki peran penting dalam mempertahankan keterampilan tradisional di tengah perkembangan zaman. Karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu memberikan dukungan berkelanjutan kepada penenun maupun pelaku usaha ulos.

Ia juga mengajak komunitas budaya, pemerintah, dan masyarakat umum membangun komitmen bersama agar tradisi tersebut tidak kehilangan tempat di tengah modernisasi.

“Melalui kegiatan ini, mari kita tunjukkan kebanggaan kita terhadap ulos. Kita promosikan bersama, kita lestarikan, dan kita pastikan generasi muda mengenal serta mencintai warisan budaya ini. Ulos adalah jati diri kita, dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya,” pesan Bupati.

Perayaan Hari Ulos 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara perlu terus memperkuat promosi, pembinaan penenun, dan pengembangan usaha berbasis ulos agar warisan budaya Batak tetap hidup sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Frish. H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *