Respons Cepat Polsek Kelila, Perselisihan Terkait Kunci Ekskavator di Distrik Kelila Berakhir Damai
MAMBERAMO TENGAH – Mengedepankan pendekatan humanis dan mengutamakan penyelesaian masalah melalui komunikasi serta musyawarah, Polsek Kelila bergerak cepat menangani kesalahpahaman yang berujung pada penahanan kunci ekskavator di Dusun Monam, Kampung Yelonggolo, Distrik Kelila, Kabupaten Mamberamo Tengah, Senin (26/10/2026).
Kapolsek Kelila IPDA Alfius E. Simbiak, S.H., bersama tiga personel Polsek Kelila turun langsung ke lokasi untuk meredam ketegangan antara kedua belah pihak. Dalam penanganan tersebut, turut hadir Ketua LMA Distrik Kelila, Iper Pagawak, serta Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1704-02 Kelila, Serka Nopius Jikwa, guna mendukung upaya penyelesaian persoalan secara damai.
Kesalahpahaman bermula ketika sejumlah pemuda Yelonggolo menduga bahwa ekskavator yang beroperasi di lokasi digunakan untuk mengerjakan pembangunan milik pemerintah. Namun, alat berat tersebut sebenarnya digunakan untuk membantu masyarakat Dusun Monam dalam pengerjaan *pematangan lahan* di lingkungan Gereja Monam. Perbedaan pemahaman mengenai penggunaan alat berat tersebut kemudian memicu perselisihan hingga berujung pada penahanan kunci ekskavator oleh sejumlah pemuda Yelonggolo.
Dalam proses penanganan, situasi sempat memanas sekitar pukul 11.40 WIT dan terjadi aksi saling serang antara kedua belah pihak. Menyikapi kondisi tersebut, Kapolsek Kelila bersama personel segera melakukan upaya pengendalian situasi melalui pendekatan persuasif untuk meredakan ketegangan dan mencegah konflik meluas.
Polsek Kelila bersama Ketua LMA Distrik Kelila dan unsur TNI kemudian mengedepankan komunikasi serta musyawarah guna meluruskan kesalahpahaman yang terjadi. Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan unsur terkait agar kedua belah pihak dapat memahami persoalan secara utuh dan menemukan penyelesaian yang dapat diterima bersama.
Pendekatan tersebut membuahkan hasil. Pada pukul 14.45 WIT, pihak Yelonggolo mengembalikan kunci ekskavator kepada Ketua LMA Distrik Kelila, yang selanjutnya menyerahkannya kepada operator ekskavator. Lima menit kemudian, tepatnya pukul 14.50 WIT, kedua belah pihak sepakat berdamai dan menyelesaikan persoalan tersebut secara baik melalui musyawarah. *Kemudian ekskavator kembali beroperasi.*
Setelah memastikan situasi terkendali, Kapolsek Kelila bersama tiga personel meninggalkan lokasi pada pukul 15.00 WIT dan tiba kembali di Mako Polsek Kelila pada pukul 15.25 WIT. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik, dengan situasi akhir terpantau aman dan kondusif.
Melalui penanganan tersebut, Polsek Kelila mengajak masyarakat untuk mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap perbedaan pendapat serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik. Sinergi antara kepolisian, TNI, dan tokoh masyarakat diharapkan terus terpelihara sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keharmonisan warga dan stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat di Distrik Kelila.
