November 5, 2026

Bupati Toba Sodorkan Proposal Potensi Unggulan ke BKSAP DPR RI, Bidik Pasar Internasional

IMG-20261026-WA0053

TOBA–Senin,26 Oktober 2026.

putrabhayangkara id.

Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, menyampaikan sejumlah proposal pengembangan potensi unggulan daerah kepada Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI dalam kunjungan kerja yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Toba, Balige, Senin (26/10/2026). Langkah ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Toba ke pasar global melalui diplomasi parlemen.

Kunjungan tersebut mengusung tema *“Diplomasi Parlemen sebagai Strategi Menjembatani Potensi Daerah Menuju Pasar Global”*. Tema ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga legislatif dalam membuka peluang promosi, kerja sama, serta pengembangan potensi daerah di tingkat internasional.

Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu menyambut kedatangan delegasi BKSAP DPR RI dengan didampingi istrinya, Ny. Astita Effendi Napitupulu, Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Paber Napitupulu, para staf ahli, para asisten, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam sambutannya, Bupati memaparkan sejumlah sektor unggulan yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan dan dipromosikan kepada masyarakat internasional. Potensi tersebut mencakup sektor agrowisata, pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, hingga perikanan darat.

Lima sektor unggulan menjadi prioritas

Pada sektor agrowisata, Pemerintah Kabupaten Toba menyoroti potensi hilirisasi tematik kopi arabika di Desa Sionggang Utara, Kecamatan Lumbanjulu. Pengembangan sektor ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas kopi sekaligus memperkuat keterkaitan antara pertanian, pariwisata, dan perekonomian masyarakat.

Di sektor pariwisata, Kabupaten Toba menawarkan beragam potensi, mulai dari wisata alam, wisata religi, wisata buatan, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan atau *event* berskala internasional.

Potensi tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk memperkuat daya tarik Toba sebagai destinasi wisata yang mampu menjangkau wisatawan mancanegara. Namun, pengembangan lebih lanjut tetap membutuhkan dukungan promosi, infrastruktur, konektivitas, dan peningkatan kualitas pelayanan wisata.

Sektor kebudayaan juga menjadi perhatian, khususnya pelestarian kearifan lokal dan tradisi kepercayaan Parmalim. Pelestarian budaya dipandang bukan hanya sebagai upaya menjaga identitas masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari kekayaan budaya yang dapat diperkenalkan kepada dunia internasional secara tepat dan berkelanjutan.

Pada sektor ekonomi kreatif, Bupati menyampaikan potensi tenun ulos, sarung Balige, produk kriya, serta kuliner halal. Produk-produk tersebut diharapkan dapat memperoleh akses promosi yang lebih luas, meningkatkan daya saing, dan membuka peluang pasar bagi pelaku usaha lokal.

Sementara itu, pada sektor perikanan darat, Pemerintah Kabupaten Toba menyoroti peluang pengolahan hasil perikanan serta pengembangan pembibitan ikan air tawar. Pengembangan sektor ini diharapkan mampu memperkuat kegiatan ekonomi produktif dan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan masyarakat.

Untuk memberikan gambaran mengenai kondisi dan potensi daerah, Pemerintah Kabupaten Toba turut menayangkan video profil yang memuat informasi umum tentang Kabupaten Toba kepada delegasi BKSAP DPR RI.

BKSAP DPR RI dorong potensi Toba ke forum internasional

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang melibatkan anggota DPR RI dari berbagai komisi dan fraksi. Dalam kesempatan tersebut, para anggota delegasi menyampaikan sejumlah saran dan masukan terkait pengembangan pariwisata, pertanian, pendidikan, infrastruktur, serta sektor lainnya.

Ketua delegasi, Muhammad Husein Fadlulloh, B.Bus., M.M., M.B.A., menyampaikan bahwa berbagai hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut berpotensi dibawa ke forum-forum internasional.

“Kami diskusi banyak hal. Ini nanti bisa kami bawa dalam forum-forum internasional. Toba ini salah satu destinasi wisata yang patut dikunjungi oleh masyarakat internasional,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memberikan harapan bagi Pemerintah Kabupaten Toba agar berbagai potensi yang telah dipaparkan memperoleh ruang promosi lebih luas melalui jejaring diplomasi parlemen.

Meski demikian, peluang tersebut perlu ditindaklanjuti melalui langkah konkret, seperti penyusunan program prioritas, pematangan proposal, penguatan data potensi daerah, serta penjajakan kerja sama dengan mitra yang relevan di tingkat nasional maupun internasional.

Bupati berharap proposal daerah mendapat dukungan

Pada kesempatan yang sama, Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan BKSAP DPR RI ke Kabupaten Toba.

“Kita juga telah menyampaikan potensi yang ada di Kabupaten Toba. Harapan kita dari kunjungan BKSAP ini dapat membantu, dengan harapan kehadiran beberapa komisi yang hadir bisa membawa ini ke kancah internasional,” kata Bupati.

Pemerintah Kabupaten Toba berharap kunjungan tersebut tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi berlanjut menjadi peluang promosi, kemitraan, dan dukungan terhadap pengembangan sektor-sektor strategis daerah.

Bagi Kabupaten Toba, upaya membawa potensi lokal ke pasar global membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPR RI, pelaku usaha, komunitas budaya, petani, nelayan, hingga pelaku ekonomi kreatif.

Dengan dukungan promosi yang tepat dan program yang berkelanjutan, potensi daerah diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ulos sebagai simbol penghormatan dan identitas budaya

Menutup rangkaian pertemuan, Bupati Toba menyerahkan cenderamata berupa ulos kepada Ketua BKSAP DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat, serta seluruh anggota delegasi yang hadir.

Penyerahan ulos tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus representasi identitas budaya Batak yang terus dijaga dan diperkenalkan kepada para tamu.

Adapun anggota BKSAP DPR RI yang hadir dalam kunjungan tersebut adalah Irine Yusiana Roba Putri, S.Sos., M.Comn&MediaS.; Samuel JD Wattimena; Dr. H. Musa Rajekshah, M.Hum.; Robert Joppy Kardinal, S.A.B.; Teguh Iswara Suardi, S.T., M.Sc.; Elpisina, S.Sos., M.Si.; Habib Aboe Bakar Alhabsyi, S.E.; Hj. Meitri Citra Wardani, S.H.; Dr. drh. Hj. Dewi Coryati, M.Si.; Sigit Purnomo, S.A.P.; H. Fathi; dan Faujia Helga br. Tampubolon.

Kunjungan BKSAP DPR RI ini menjadi momentum bagi Kabupaten Toba untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan potensi ekonominya kepada dunia internasional. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap proposal yang disampaikan dapat ditindaklanjuti menjadi program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Media Putra Bhayangkara
Jonaer Silaban S.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *